Bojonegoro Jatim, pi-news.online // Demo tuntut keadilan, warga Ngampel bentangkan dua (2) spanduk di halamam pintu masuk PT. Pertamina EP Sukowati Field 11, Obyek Vital Nasional Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Jl. Sukowati pada minggu 25/11/2026 mulai pukul 16:45 Wib hingga selesai.
Demo menuntut keadilan ini dilakukan bersamaan akan adanya kunjungan atau hadirnya tamu Dirut serta pejabat sona 11 di lingkungan PT. Pertamina EP Sukowati Field 11.
Tampak Serma Yuda Permana selaku, Pam Obvit PT. Pertamina EP Sukowati Field 11 yang saat itu berjaga memastikan demo pemasangan spanduk tersebut berjalan aman dan terkendali.
Namun disayangkan dari pihak HRD atau Humas PT. Pertamina EP Sukowati Field 11, setempat tidak kelihatan.
Menurut sumber inisial PJ dan DW selaku Koordinator demo pemasangan spanduk tuntutan menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pertemuan dan koordinasi yang telah dilaksanakan serta disepakati bersama dalam berita acara sosialisasi bertempat di Balai Desa Ngampel, Kecamatan Kapas Jl. Sukowati No. 50 pada Rabu 15 Juli 2026, sebagaimana tuntutan tertulis ada tiga (3) item yang belum terkonfirmasi, dan/atau terealisasi sepenuhnya.
Yang pertama, tentang turunnya tali asih kepada masyarakat di sekitar area PAD A untuk tali asih yang kedua hingga saat ini belum terealisasi alias cair. Yang kedua, tentang dana 200jt untuk pembangunan masjid yang sudah disepakati per sumur sampai saat ini juga belum terealisasi atau cair. Terangnya.
Lebih mirisnya lagi kata koordinator demo, yang ketiga, terkait adanya dugaan tentang perekrutan Security yang sudah fakta kelihatan untuk diperjualbelikan dari oknum Securitynya sendiri, oknum Pemdes juga ada yang terlibat, kemudian dari oknum Kontraktor RJA yang tampaknya ketiganya sudah kong kalikong. Tegasnya.
“Jadi dari sejumlah item hasil dari berita acara sosialisasi ada 3 yang belum dipenuhi oleh pihak PT. Pertamina EP Sukowati Field 11, terutama di item nomer 4 terkait perekrutan driver dan perekrutan Security sehingga warga banyak yang menduga ini ada permainan kong kalikong.” Imbuhnya.
Disisi lain, secara resmi dan tertuang dalam berita acara sosialisasi pada Rabu tanggal 15 Juli 2026, terkait kebutuhan tenaga kerja driver ambulans, PEP Sukowati Field menyetujui sejumlah 3 orang total untuk area PAD A dan PAD B. Sementara pembagian kuota driver ambulans setiap desa diserahkan kepada kesepakatan antar Kepala Kesa.
Namun apa yang terjadi setelah melalui test dan diumumkan atau terpanggil baru 2 orang tenaga driver yang terekrut. 1, dari Desa Campurejo, Kecamatan Kota dan 1 lagi dari Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas.
Kejanggalan disini muncul mengapa untuk Desa Ngampel kok belum diumumkan padahal tesnya bersamaan, kesannya di ulur-ulur, sementara kebutuhan driver itu jelas-jelas 3. Jelasnya.
Disinilah indikasi peran serta 3 oknum diantaranya, dari pihak Pertamina melalui Security, kemudian Pemdes dan pihak kontraktor RJA itu bisa terlihat dan tampaknya jatah 1 driver untuk Desa Ngampel indikasinya dibisniskan diduga akan diperjualbelikan. Ungkapnya. (Galoeh.Hs)








