Dinkes Kuningan Kaitkan Hunian Layak dengan Kualitas Kesehatan Masyarakat
KUNINGAN —PI NEWS.ONLINE
Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan memberikan apresiasi terhadap capaian Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam pelaksanaan program perumahan sekaligus menyoroti pentingnya hunian yang layak sebagai bagian dari lingkungan yang mendukung kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Edi Martono, MARS, mengatakan persoalan kesehatan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pelayanan medis, tetapi juga dipengaruhi kondisi lingkungan tempat tinggal.
Menurutnya, rumah yang layak, aman, serta didukung lingkungan yang sehat menjadi salah satu unsur penting dalam menunjang kualitas hidup masyarakat.
“Yang paling penting dari setiap program pembangunan adalah manfaat yang dirasakan masyarakat. Hunian yang layak tentu menjadi salah satu bagian dari lingkungan yang mendukung kehidupan masyarakat yang sehat,” ujar Edi.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul keberhasilan Pemerintah Kabupaten Kuningan meraih Terbaik II kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali Batch II Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diterima Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., di Nusa Dua Convention Centre, Bali, Jumat (28/8/2026).
Bagi Dinkes Kuningan, capaian tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap keterkaitan antara pembangunan perumahan, kualitas lingkungan, dan kesehatan masyarakat.
Program peningkatan kualitas rumah juga menjadi relevan dengan upaya penanganan rumah tidak layak huni (RTLH). Pada 2026, Kabupaten Kuningan memperoleh alokasi 1.293 unit BSPS, ditambah dukungan 250 unit bedah rumah dengan nilai sekitar Rp5 miliar.
Dinkes melihat peningkatan kualitas hunian perlu berjalan beriringan dengan edukasi masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, sanitasi, kebersihan lingkungan, serta pencegahan berbagai faktor risiko penyakit yang berasal dari lingkungan tempat tinggal.
Edi menilai keberhasilan pembangunan kesehatan membutuhkan pendekatan lintas sektor. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dinilai penting agar program pembangunan memberikan dampak yang lebih luas.
“Pembangunan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar berbagai program pemerintah benar-benar mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan berharap berbagai capaian pembangunan daerah dapat terus diarahkan pada kebutuhan dasar masyarakat, termasuk terciptanya lingkungan tempat tinggal yang sehat dan layak.
Dengan demikian, penghargaan yang diterima pemerintah daerah tidak hanya dipandang sebagai pencapaian institusional, tetapi juga dapat menjadi dorongan untuk memperkuat program yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Red








