Dinkes Kuningan Perkuat Akurasi Data Kesehatan dalam Uji Coba Program INEY Fase 2
KUNINGAN — PI NEWS.ONLINE.COM
Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan mengambil peran dalam pelaksanaan uji coba Pedoman Verifikasi Disbursement Linked Indicators (DLI) Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase 2 Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada 26–29 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bagi sektor kesehatan daerah untuk memastikan berbagai indikator program yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan, gizi, kesehatan ibu dan anak, serta percepatan penurunan stunting dapat tercatat dan terverifikasi sesuai kondisi di lapangan.
Pelaksanaan verifikasi melibatkan Kementerian PPN/Bappenas bersama Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan selaku Independent Verification Agency (IVA), Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, serta unsur terkait lainnya.
Di tingkat Kabupaten Kuningan, Dinas Kesehatan menjadi salah satu unsur utama dalam mendukung kelancaran proses verifikasi. Koordinasi dilakukan bersama Bappeda dan DPMD, termasuk dengan jajaran puskesmas serta pengelola program di tingkat desa.
Sejumlah fasilitas dan wilayah menjadi sasaran kunjungan, di antaranya Puskesmas Darma, Desa Sagarahiang, Desa Cimenga, Puskesmas Ciniru, serta Desa Cipedes. Tim melakukan pengamatan dan penggalian informasi terkait pelaksanaan pelayanan kesehatan dan kegiatan Posyandu.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi pengukuran antropometri, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri, pemantauan kesehatan ibu dan anak, kelembagaan Posyandu, pelayanan kesehatan, serta implementasi integrasi layanan primer.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Edi Martono, MARS, turut mendukung penguatan koordinasi selama proses uji coba berlangsung. Peran Dinkes tidak hanya berkaitan dengan penyediaan data, tetapi juga memastikan informasi yang berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan dan kegiatan masyarakat dapat memberikan gambaran yang faktual.
Verifikasi lapangan juga menjadi ruang evaluasi terhadap kesesuaian antara pencatatan program dan kondisi pelayanan yang berlangsung di masyarakat. Melalui dialog dengan petugas serta pengelola program, tim dapat mengidentifikasi berbagai hal yang perlu diperkuat dalam penerapan indikator DLI.
Program INEY Fase 2 sendiri mendapat dukungan dari Bank Dunia dan Global Financing Facility (GFF) untuk mendukung agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui penguatan intervensi gizi dan kesehatan sejak usia dini.
Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, keterlibatan dalam uji coba tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola data dan pelaksanaan program kesehatan berbasis bukti. Data yang akurat dinilai penting sebagai dasar dalam menentukan arah kebijakan dan mengukur capaian program di daerah.
Hasil verifikasi selanjutnya akan menjadi bahan konsolidasi dan penyempurnaan pedoman. Dengan demikian, pedoman yang dihasilkan diharapkan dapat diterapkan secara lebih efektif serta mampu mengakomodasi kondisi dan karakteristik daerah dalam pelaksanaan program INEY Fase 2.
red








