Pagelaran Wayang Kulit Meriah Tutup Rangkaian HUT RI ke-80 Desa Wringinharjo: Lestarikan Budaya, Perkuat Persatuan
Cilacap,pi-news onlen
Semangat kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia di Desa Wringinharjo, Kecamatan Gandrungmangu,Kabupaten Cilacap,Propinsi jawah tengah. ditutup dengan semarak penyerahan piala berbagai perlombaan untuk warga masyarakat desa wringinharjo,dan juga pagelaran seni budaya melalui pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Acara puncak yang dipusatkan di halaman Pendopo Balai Desa setempat pada Rabu malam (27/8) ini menampilkan Ki Dalang Eko Suwaryo dari Kebumen dengan lakon “Wahyu Eko Jati” yang diiringi karawitan Sekar Bima.
Meskipun diguyur hujan, antusiasme masyarakat dan tamu undangan tidak surut. Mereka tetap memadati lokasi pertunjukan, menunjukkan kecintaan terhadap seni tradisi dan kebersamaan dalam merayakan hari jadi bangsa.
Kepala Desa Wringinharjo, Hasanan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh masyarakat, jajaran panitia, perangkat, dan lembaga desa atas dukungan penuh yang menjadikan pagelaran wayang kulit dan rangkaian kegiatan lainnya sukses terselenggara.
“Terselenggaranya pagelaran wayang kulit dan rangkaian kegiatan lainnya adalah murni dukungan dan support masyarakat Wringinharjo,” ujar Hasanan. Ia juga menekankan pentingnya pelestarian seni dan budaya lokal. “Bukan hanya seni pewayangan saja yang dilestarikan, akan tetapi juga kearifan lokal yang lainnya,” tambahnya.
Hasanan menjelaskan bahwa upaya pelestarian budaya tradisional ini sekaligus memperkuat nilai-nilai Pancasila. Lakon “Wahyu Eko Jati” dipilih karena sarat akan pesan moral dan nilai-nilai luhur yang sejalan dengan ideologi bangsa. Di sela sambutannya, Kepala Desa juga memberikan informasi terkini mengenai program-program pemerintahan desa yang sudah dan akan berjalan.
Senada dengan Kepala Desa, Ketua Panitia HUT RI, Imam Ma’ruf, mengungkapkan rasa syukurnya atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan. “Alhamdulillah, pagelaran wayang kulit ini adalah penutup puncak rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 Tingkat Desa Wringinharjo, setelah beberapa rangkaian kegiatan telah dilaksanakan. Terima kasih atas peran dan partisipasi semua pihak yang telah membantu hingga sukses terselesaikan,” katanya.
Imam Ma’ruf juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan tahun ini, serta berharap ke depan acara serupa dapat lebih tertata, maksimal, dan meriah dengan dukungan masyarakat Wringinharjo.
“Melalui seni wayang, kita tidak hanya menikmati keindahan estetika, tetapi juga diajak untuk merenungi nilai-nilai moral dan spiritual yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,” tegas Imam Ma’ruf. Ia berharap pagelaran wayang kulit ini menjadi sarana merayakan kebersamaan serta menumbuhkan semangat kemerdekaan melalui seni tradisi. “Jadikan seni budaya bukan hanya sebagai warisan yang kita banggakan, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dalam membangun karakter yang beradab, bermartabat, dan berkepribadian Indonesia,” pungkasnya.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan lakon wayang oleh Kepala Desa kepada Ki Dalang Eko Suwaryo, sebagai simbol dimulainya pagelaran yang menghibur dan penuh makna tersebut..//Reporter (@ndrika).