Tongkat Komando Infanteri BergTongkat Komando Infanteri Berganti, Iwan Setiawan Tinggalkan Pussenif dan Pimpinan Kostradgunawan 23 Oktober 2026

BANDUNG – PI NEWS.ONLiNE – Tongkat kepemimpinan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI Angkatan Darat resmi berganti. Letjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M., menyerahkan jabatan Komandan Pussenif kepada Mayjen TNI Susilo, S.I.P., dalam rangkaian serah terima jabatan (sertijab) dan lepas sambut yang berlangsung Jumat, 23 Oktober 2026.

Pergantian tersebut menjadi bagian dari rotasi strategis di tubuh TNI AD untuk memperkuat organisasi, meningkatkan efektivitas komando, serta menjaga profesionalisme dan kesiapan prajurit dalam menghadapi dinamika tugas pertahanan.

Berdasarkan informasi resmi TNI AD, pergantian jabatan Danpussenif ini merupakan bagian dari rangkaian sertijab sejumlah pejabat tinggi yang sebelumnya dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Dalam rangkaian tersebut, Letjen TNI Iwan Setiawan mendapat kepercayaan baru sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Sementara itu, posisi Danpussenif diserahkan kepada Mayjen TNI Susilo.

Iwan Setiawan Emban Amanah Baru di Kostrad

Penugasan Letjen TNI Iwan Setiawan sebagai Pangkostrad menandai babak baru perjalanan karier militernya. Sebelum dipercaya memimpin Kostrad, perwira tinggi TNI AD tersebut mengemban tugas sebagai Danpussenif.

Di jabatan barunya, Iwan memimpin Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, salah satu komando utama TNI AD yang memiliki peran penting dalam menyiapkan dan mengerahkan kekuatan tempur strategis sesuai kebutuhan operasi.

Peralihan jabatan ini sekaligus menjadi bagian dari dinamika pembinaan karier perwira tinggi TNI AD, dengan penempatan personel berdasarkan kebutuhan organisasi dan pelaksanaan tugas.

Mayjen Susilo Pimpin Pussenif

Tongkat komando Pussenif selanjutnya dipercayakan kepada Mayjen TNI Susilo, S.I.P., yang merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1993.

Sebelum menduduki jabatan Danpussenif, Susilo menjabat Perwira Tinggi Staf Ahli Kasad Bidang Manajemen Sistem Pertahanan Negara. Ia juga pernah mengemban tugas sebagai Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad.

Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam memimpin pembinaan kecabangan infanteri, mulai dari peningkatan kemampuan prajurit, pengembangan doktrin dan taktik, hingga penguatan profesionalisme satuan.

Pussenif sendiri memiliki peran strategis dalam pembinaan kecabangan infanteri di lingkungan TNI AD. Karena itu, kesinambungan kepemimpinan menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kualitas pembinaan dan kesiapan prajurit.

Perkuat Profesionalisme Prajurit Infanteri

Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum untuk melanjutkan pembinaan prajurit infanteri yang profesional, disiplin, tangguh, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan operasi militer.

Di tengah tuntutan pertahanan yang terus berkembang, kecabangan infanteri tetap memegang peranan penting sebagai unsur utama kekuatan tempur TNI AD dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rangkaian lepas sambut Danpussenif pun menandai berlanjutnya estafet pengabdian dari Letjen TNI Iwan Setiawan kepada Mayjen TNI Susilo. Dengan kepemimpinan baru, Pussenif diharapkan terus memperkuat pembinaan kecabangan dan meningkatkan kualitas prajurit demi mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat.(Mehanurrevin)

Pos terkait