Bogor Desa Harkatjaya. Pi-News.online
Pemerintah Desa Harkatkaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, mulai mendorong penataan lingkungan dari tingkat paling bawah melalui program Kampung Dayeuh Padjajaran.
Program Kampung Dayeuh Padjajaran itu dirancang untuk mengintegrasikan berbagai aspek pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
Kampung Dayeuh Padjajaran sedang di realisasikan yang berlokasi di Kampung, Pasir Kupa pinggir Desa Harkatjaya.
Menurut Kepala Desa. Neneng Mulyati, S.Ip. Program ini tidak hanya berfokus pada pembenahan lingkungan. Konsep Kampung Dayeuh Padjajaran menggabungkan penataan lingkungan, kampung ramah lingkungan.
Kemudian pengelolaan sampah, pembangunan infrastruktur wilayah, penguatan usaha ekonomi masyarakat, hingga pendataan kependudukan dan berbagai aspek lainnya.
Neneng Mulyati juga, mengatakan penataan lingkungan melalui Kampung Dayeuh Padjajaran menjadi salah satu kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh setiap desa,” Ujar Neneng Mulyati.
Tisar Haryadi Pemasok barang juga mengatakan, cakupan minimal program tersebut berada di tingkat. Ketentuan itu telah dituangkan dalam petunjuk teknis program dengan konsep yang disebut Kampung Dayeuh Padjajaran melalui sumber dana dari Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pedesaan Tahun Anggaran 2026. Dengan Nominal Anggaran. Rp. 300.000.000;.
Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bagian dari upaya Pemkab Bogor membangun dan menata wilayah secara bertahap, dimulai dari lingkungan masyarakat pada setiap desa,” Tutur Tisar Haryadi.
Solehudin selaku TPK juga menjelaskan, pemerintah ingin mendorong munculnya gerakan penataan lingkungan yang berasal dari masyarakat.
Konsep tersebut diharapkan dapat menyerupai semangat pembangunan kampung yang telah berjalan di sejumlah wilayah, tetapi dengan masyarakat sebagai penggerak utamanya,” Ujar Solehudin.
Kembali Neneng Mulyati mengungkapkan, sejumlah Desa di. Kabupaten Bogor sudah mulai menjalankan program Kampung Dayeuh Padjajaran pada tahun ini, Melalui Bantuan Keuangan khusus Akselerasi Tahun Anggaran 2026. Rabu ( 16/09/2026)
Namun, pelaksanaannya belum berlangsung serentak karena beberapa desa masih berada dalam proses pencairan anggaran dan tahapan persiapan lainnya.
Untuk tahap tahun ini, minimal di setiap Desa akan menjadi bagian dari gerakan penataan lingkungan berbasis Kampung Dayeuh Padjajaran
Anggaran tersebut dibagi menjadi dua bagian. Sebesar Rp200 juta diperuntukkan bagi penataan lingkungan, sedangkan Rp100 juta dialokasikan untuk kegiatan pengelolaan sampah.
Melalui dukungan anggaran tersebut, penataan diharapkan tidak berjalan secara parsial, tetapi dapat mengintegrasikan berbagai kebutuhan lingkungan.
Neneng Mulyati berharap, dengan Kampung Dayeuh Padjajaran, melalui Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi, nantinya mampu menghubungkan kegiatan pengelolaan sampah, pembangunan infrastruktur, penataan kawasan, hingga aktivitas masyarakat lainnya dalam satu konsep yang berkelanjutan.
Salah satu targetnya adalah sampah yang dihasilkan masyarakat dapat ditangani dan diolah di lingkungan sendiri.
Pengolahan tersebut dapat dilakukan melalui metode seperti magot maupun kompos, sehingga persoalan sampah dapat diselesaikan sedekat mungkin dengan sumbernya.
Dengan konsep tersebut, program Kampung Dayeuh Padjajaran diharapkan tidak berhenti pada penataan fisik, tetapi berkembang menjadi gerakan masyarakat yang berkesinambungan dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas kehidupan di tingkat desa,” Tutup Neneng Mulyati.
( Sandi Wirawan S.I. Kom )








