KUNINGAN — PI NEWS.COM
Kesempatan bagi lulusan baru perguruan tinggi untuk mendapatkan pengalaman kerja di sektor pelayanan kesehatan terbuka di Kabupaten Kuningan. Melalui Program Magang Nasional, sebanyak 273 posisi magang disiapkan pada 31 Puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Kuningan.
Program tersebut merupakan bagian dari kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), serta Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Edi Martono, MARS, menyambut baik program tersebut sebagai salah satu kesempatan bagi generasi muda untuk memperkuat kompetensi sekaligus mengenal dunia kerja secara langsung.
Bagi lulusan baru, pengalaman berada di lingkungan Puskesmas dapat menjadi bekal penting sebelum memasuki dunia profesional. Mereka tidak hanya dituntut memahami teori yang diperoleh selama menempuh pendidikan, tetapi juga perlu mampu menerapkannya dalam lingkungan kerja yang dinamis dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Tidak Hanya untuk Tenaga Kesehatan
Menariknya, kesempatan magang yang tersedia tidak terbatas pada profesi kesehatan. Dari total 273 kuota, formasi terbesar diperuntukkan bagi perawat sebanyak 78 orang dan bidan sebanyak 47 orang.
Selain itu, tersedia pula formasi administrasi perkantoran sebanyak 30 kuota, tenaga IT 27 kuota, nutrisionis atau ahli gizi masyarakat 18 kuota, serta analis kesehatan 10 kuota.
Sejumlah formasi lainnya mencakup psikologi klinis, promosi kesehatan, RMIK, perawat gigi, fisioterapis, sanitarian, tenaga teknis kefarmasian, apoteker, epidemiolog, akuntan, S1 ekonomi, desain komunikasi visual, surveilans hingga tenaga otomotif.
Keragaman tersebut menggambarkan bahwa pengelolaan pelayanan Puskesmas membutuhkan dukungan berbagai kompetensi. Pelayanan kesehatan tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang pula oleh administrasi, teknologi informasi, pengelolaan data, komunikasi, manajemen hingga aspek teknis.
Menjembatani Kampus dan Dunia Kerja
Keterlibatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan dalam Program Magang Nasional juga menjadi bagian dari upaya memperkecil jarak antara kompetensi akademik dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui pengalaman langsung di Puskesmas, peserta dapat mempelajari pola kerja organisasi, membangun komunikasi profesional, meningkatkan kedisiplinan, serta memahami karakter pelayanan kesehatan yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
Bagi fresh graduate, pengalaman tersebut dapat menjadi modal awal untuk meningkatkan daya saing ketika memasuki pasar kerja. Sementara bagi sektor pelayanan kesehatan, kehadiran generasi muda memberikan ruang pembelajaran sekaligus pengenalan terhadap berbagai potensi sumber daya manusia yang tersedia.
dr. H. Edi Martono, MARS, melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, mendorong agar peluang tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh lulusan baru yang memenuhi persyaratan.
Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman administratif semata, tetapi menjadi proses pembentukan profesional muda yang memiliki kompetensi, etos kerja, kemampuan beradaptasi dan kepedulian terhadap pelayanan publik.
Pendaftaran Melalui MagangHub
Para lulusan baru jenjang Diploma 3, Strata 1 maupun profesi yang berminat dapat mengikuti proses pendaftaran secara daring melalui platform MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan.
Informasi mengenai pendaftaran dan ketentuan program dapat diakses melalui laman MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan.
Dengan 273 kesempatan yang tersedia di 31 Puskesmas, Program Magang Nasional memberikan ruang bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman profesional sekaligus memahami secara langsung denyut pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Bagi Kabupaten Kuningan, program tersebut menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan potensi generasi muda dengan kebutuhan pelayanan masyarakat, sekaligus mendorong terbentuknya sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi dunia kerja.
Red








