Dugaan Korupsi Lampu Jalan, GBRS Desak Kejari Palembang Segera Tetapkan Tersangka

Palembang, Sumsel, pi-news.online
Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Bersatu Rakyat Sriwijaya (GBRS) Sumatera Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Rabu (16/9/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk mempertanyakan penanganan kasus dugaan penggelembungan dana (markup) proyek penerangan jalan umum pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang tahun anggaran 2026.
Meski tim penyidik Kejari Palembang telah memeriksa lebih dari 70 orang saksi—termasuk mantan Kepala Dishub Kota Palembang, camat, lurah, Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Dishub, hingga tiga anggota DPRD Kota Palembang berinisial A, Z, dan RI—hingga kini belum ada penetapan tersangka secara resmi.
Penanggung Jawab Aksi, M. Martin, menyayangkan lambannya penetapan tersangka dengan alasan proses penyidikan dan pengumpulan alat bukti yang masih berjalan sejak kepemimpinan Kepala Kejari sebelumnya.
Senada dengan itu, Koordinator Aksi, Jhoni Antoni, mendesak Kepala Kejari yang baru untuk segera menuntaskan perkara tersebut. Pihaknya menuntut pengusutan tuntas terhadap mantan Kepala Dishub, Kepala Bidang, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek penerangan jalan. Selain proyek pemeliharaan rutin, massa juga mendesak Kejari mengusut dugaan korupsi pengadaan 1.800 unit lampu jalan tenaga surya (solar cell) yang bersumber dari APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025.
“Kami akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila kasus ini tidak menampakkan kejelasan dan penanganan yang responsif dari pihak kejaksaan,”tegas Jhoni.
Aksi massa GBRS diterima langsung oleh perwakilan Kejari Palembang, Muhammad Fahri Aditya. Fahri menyampaikan bahwa penanganan perkara masih terus berjalan dalam tahap penyidikan. Pihaknya berkomitmen untuk menyampaikan setiap perkembangan kasus hingga tuntas secara transparan.
Usai menyampaikan aspirasinya, massa aksi membagikan masker secara gratis kepada pengguna jalan sebagai bentuk kepedulian sosial di tengah buruknya kualitas udara akibat kabut asap yang melanda Kota Palembang.
(Ujang Chandra dan ayu)

Pos terkait