Pengolahan Lumpur Menggunakan Gentong Emas Ilegal Pake Bahan Kimia Milik Bos Wasid Andi dan Endang, Aparat Penegak Hukum ( APH ) Jangan Sampai Diam Saja

 

Pengolahan Lumpur Menggunakan Gentong Emas Ilegal Pake Bahan Kimia Milik Bos Wasid Andi dan Endang, Aparat Penegak Hukum ( APH ) Jangan Sampai Diam Saja

Kabupaten Bogor. Tribuntipikor.com

Aktivitas Pengolahan Lumpur Gentong Gelondongan Emas yang diduga ilegal kembali marak di wilayah Kampung Wangun Panggeleseran, Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor Jawa Barat, Aparat Penegak Hukum ( APH ) jangan sampai diam saja.

Pantauan awak media pada hari. Minggu (9/08/2026) menunjukkan adanya indikasi kegiatan pengolahan emas tanpa izin yang beroperasi secara terus-menerus di lokasi tersebut, di situ juga sedang mengolah Perak hasil dari pengolahan Lumpur Emas menggunakan Gentong Ilegal.

Di lokasi itu ditemukan sebuah perusahaan Tong Emas ilegal milik Bos yang biasa di panggil Wasid, Endang dan Andi, diduga menjadi tempat pengolahan Gentong Emas Ilegal, berjalan secara aktif. Proses pengolahan berlangsung selama 24 jam tanpa henti.

Ketika tim awak media mau konfirmasi ke tempat Pengolahan Emas tersebut, disitu ada salah satu pekerja, kami pun menanyakan dimna bosnya, pekerja menjawab, bos belum ada kesini pak kmaren juga cuman sebentar, kami juga tidak tau kapan bos kesininya kapan,” Ujar salah satu pekerja Wasid, sedangkan Tong milik Andi di lokasi tidak ada siap siapa, begitupun dengan Tongnya Endang juga tidak ada satu orangpun.

Dalam Kegiatan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan, terutama limbah dari proses pengolahan Gentong Emas yang berpotensi mencemari kawasan pemukiman dan sumber air masyarakat apalagi limbahnya yang mengalir ke kali sehingga di khawatirkan epek dari limbah dapat merusak ekosistem lingkungan dan perairan, dikarnakan tercemar oleh limbah dari pengolahan tong emas milik. Andi Wasid dan Endang.

Limbah kimia dari pengolahan emas, terutama merkuri dan sianida, menyebabkan pencemaran berat pada air, tanah, dan udara, menghancurkan ekosistem, serta meracuni manusia. Dampak utamanya meliputi keracunan logam berat pada ekosistem, penurunan kualitas air sungai, dan kerusakan lahan produktif.

Pengolahan gelondongan emas (alat gelondong) dan gentong (tong sianida/tong kimia) yang beroperasi tanpa izin resmi. Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Indonesia terancam pidana penjara dan denda yang berat. Aktivitas ini dikategorikan sebagai tindakan ilegal karena melanggar aturan pengelolaan mineral dan merusak lingkungan.

Kegiatan pengolahan wajib memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin Pertambangan Rakyat (IPR), atau izin khusus lainnya, yang diatur dalam Pasal 35 UU 3/2020. Pelaku Pertambangan Emas Tanpa Izin ( PETI ) dan pengolahannya terancam pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda Rp100 miliar.

Sehingga pihak berwenang diminta untuk segera menindaklanjuti dan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas pengolahan emas yang diduga tidak memiliki izin resmi tersebut. Karna meraup keuntungan tanpa membayar pajak/ilegal.

Hingga berita ini di tayangkan ketiga bos, pengolahan gentong Emas ilegal belum dapat di konfirmasi baik secara langsung maupun lewat pesan Whatsapp untuk memberikan hak jawab, terkait limbah yang di buang mengalir ke tebing hutan dan kali.

( Hendra )

Pos terkait