Merosotnya Harga Bawang Merah di Nganjuk, Petani Minta Pihak Terkait Berikan Solusi

 

Merosotnya Harga Bawang Merah di Nganjuk, Petani Minta Pihak Terkait Berikan Solusi♦

Nganjuk Jatim, pi-news.online // Menyusul adanya dampak merosotnya harga bawang merah secara umum di akhir-akhir ini, para petani bawang merah di wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, banyak yang mengalami kebangkrutan. Seperti halnya yang disampaikan oleh sejumlah petani bawang merah di wilayah Desa Sugihwaras, kecamatan Bagor pada Rabu 05/08/2026

Dalam rangkaian, pihaknya mengungkapkan bahwa disaat penanaman tanaman Bawang Merah jenis (Allium Cepa. L.Var Aggregatum) bukanlah merupakan tanaman yang remeh dan sepele, melainkan sebuah tumbuhan yang perawatannya sangat membutuhkan keuletan dan ketelatenan para petani bawang, karena apabila tidak tepat dalam penanganannya maka akan fatal hasilnya dikemudian hari.

Merosotnya harga bawang merah saat inipun direspon sejumlah petani bawang bahwa sebelumnya harga Bawang Merah dari Petani mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per kg.

Namun saat ini harga bawang merah secara umum telah anjlok rata rata harga tinggal Rp. 17.000 per kg nya, itu berlaku yang berukuran standart, kata salah seorang petani berinisial TW (Red) mewakili sejumlah petani bawang merah di wilayah Desa Sugihwaras, Kecamatan Bagor.

Disisi lain, menurut petani penanaman Bawang Merah sebelum di tancapkan pada lahan sawah maka persiapan medianya harus tepat dan teratur, termasuk metode pengobatan setelah tanaman mulai tumbuh hingga perawatan sampai jelang panennya nanti. Ucap petani.

Dari segi biaya perawatan, pengobatan termasuk sampai panenpun sangat tidak sebanding dan jika dikalkulasikan sesungguhnya sangat jauh ketimbang pengeluarannya. Imbasnya.

Akan tetapi para petani bawang merah sangat menyayangkan dari pihak terkait khususnya pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Nganjuk, pasalnya hingga saat ini belum memberikan solusi kepada para petani bawang merah khususnya di wilayah Desa Sugihwaras Kecamatan Bagor. Ungkapnya.

Dipenelusuran awak media, informasi juga didapat dari masyarakat Desa Sugihwaras, Kecamatan Bagor wilayah Timur yang telah mengalami panen Bawang Merah menggunakan tenaga pritil (membersihkan untuk diambil umbinya).

Dengan ongkos seharinya Rp800 per kg harga jual bawang lokalan, Super Cross ukuran besar Rp.20.000, sedang yang berukuran tanggung Rp.16.000 sampai Rp17.000 dan yang lebih kecil lagi agak putih hanya Rp. 14.000 yang pada akhirnya turut serta terdampak penurunan upah.

Lebih lanjut dan ketika awak media pada hari Kamis, 6 Agustus 2026 pukul 11’05 bertanya kepada seorang Ibu bernama Juwariyah alias mak Yah panggilan akrabnya selaku pedagang Bawang Merah di Pasar Sentral Sukomoro, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, dirinya mengungkapkan bahwa sekarang bila jual per kilogramnya Rp17. 000 per kg nya yang jenis sedang atau campuran.

“Disini jenis Super Cross jual Rp20.000 per kg nya, mas.!, akan tetapi sulit didapat dan saya tidak punya saat ini sudah habis terjual.” Ungkapnya.

Sementara itu dari pihak Dinas terkait hingga berita ini di Up masih belum dapat di konfirmasi dan belum memberikan tanggapan terkait kemerosotan harga Bawang Merah dipasaran lokal,

Hingga menunggu perkembangannya harga selanjutnya, redaksi media akan mengikuti perubahan harga bawang merah dari informasi para petani dan pasar. (Galoeh.Hs/Tim)

Editorial: Korwil Jatim

Pos terkait