Diduga Asal-asalan Proyek P3-TGAI Rp195 Juta di Jadi Sorotan Pondasi dan Pasir Disebut Tak Sesuai Standar yang Dilaksanakan Oleh Kelompok Tani P3A Tirta Gemilang
Bogor. PI-NEWS.online
Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026, yang berlokasi di Kampung Cisalada, RT 05 RW 05, Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor menuai sorotan. Proyek senilai Rp195.000.000.; tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas bangunan yang dibiayai dari uang negara.
Program yang bertujuan meningkatkan jaringan irigasi untuk mendukung produktivitas pertanian itu dilaksanakan berdasarkan Perjanjian Kerja Sama Nomor HKA.02.01/PKS/Bbws4.9.4/Vl/2026/417.13, dengan masa pelaksanaan selama 45 hari kalender.
Pekerjaan berada di bawah koordinasi Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS) dan dilaksanakan oleh Kelompok Tani P3A Tirta Gemilang.
Berdasarkan hasil penelusuran di lokasi tim menemukan sejumlah dugaan kejanggalan dalam proses pelaksanaan pekerjaan, terkait galian pondasi yang tingginya tidak sesuai, berikut pasirnya menggunakan pasir kali Ciampea, dan batu yang ada di lokasi selokan, diduga sengaja untuk meraup keuntungan. Selasa, (28/07/2026)
Saat peninjauan berlangsung, Ketua Kelompok Tani tidak ada dan tidak terlihat adanya petugas pengawas maupun pendamping teknis di lokasi proyek. Selain itu, para pekerja juga tampak bekerja ada yang tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), yang dinilai bertentangan dengan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa penggunaan material tidak sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sebagaimana mestinya.
Tak hanya itu, dugaan penyimpangan juga terlihat dari aspek teknis konstruksi.
Berdasarkan temuan di lapangan, pondasi saluran disebut tidak digali, bahkan menggunakan batu selokan yang ada di lokasi itu, bahkan pasirnya juga menggunakan pasir kali Ciampea diduga demi raup keuntungan peribadi.
Kami pun menanyakan kepada salah satu pekerja terkait upah, ia mengaku sebagai tukang lalu ia menjawab saya di gaji per hari 120 ribu pak,” Ujar Salah satu pekerja
Kami pun langsung konfirmasi kepada Pelaksana pekerjaan yang bernama Ifan, terkait pembayaran upah kerja, ia menjawab untuk upah pekerja 150 ribu rupiah pak, tapi pas kami bilang terkait pengakuan pekerja bahwa upah cuman di bayar 120 ribu rupiah, ia menjawab lagi karna di potong roko, ” Ujar ifan
Dengan nada bicara ipan kaya nyembunyikan sesuatu menjadi curiga ada dugaan pemotongan upah kerja.
Apabila kondisi tersebut benar terjadi, konstruksi saluran irigasi dikhawatirkan lebih rentan mengalami keretakan, pergeseran, bahkan kerusakan dalam waktu relatif singkat. Hal itu tentu dapat mengurangi manfaat program yang sejatinya ditujukan untuk meningkatkan pelayanan irigasi bagi para petani.
Hingga berita ini di tayangkan. Dobi selaku Ketua Kelompok P3A Tirta Gemilang, susah untuk ditemui untuk dimintai klarifikasi terkait berbagai temuan tersebut.
Kami selaku awak Media juga, masih membuka ruang hak jawab bagi pihak pelaksana maupun pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, untuk memberikan penjelasan.
Sejumlah pihak berharap instansi berwenang segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen administrasi, kualitas material, serta pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Audit teknis dinilai penting guna memastikan proyek yang menggunakan dana negara benar-benar dilaksanakan sesuai spesifikasi, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Program P3-TGAI pada dasarnya merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat melalui kelompok petani dalam pembangunan infrastruktur irigasi.
Namun keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kepatuhan terhadap standar teknis, pengawasan yang optimal, kelengkapan administrasi, serta penerapan aspek keselamatan kerja.
*Staff Redaksi*








