POTRET BURAM KOTA PALEMBANG: JANDA EMPAT ANAK BERTAHAN DI KONDISI RUMAH NYARIS ROBOH
Palembang, Sumsel, pi-news.online
Di balik gemerlap kemajuan pembangunan Kota Palembang, terselip sebuah kisah pilu yang mengiris hati dari sudut Kelurahan Ogan Baru. Seorang janda paruh baya harus berjuang seorang diri membesarkan keempat anaknya yang masih kecil. Saban hari, perempuan tangguh ini harus membanting tulang demi menyambung hidup dan memastikan anak-anaknya tidak kelaparan di tengah impitan ekonomi yang kian menjerat.
Keluarga kecil ini mendiami sebuah gubuk yang sangat memprihatinkan di Lorong Santai 2, RT 26 RW 05, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang. Kondisi hunian mereka jauh dari kata layak; tiang-tiang penyangga rumah yang berbahan kayu tampak melapuk dimakan usia dan posisinya sudah miring, menyisakan kekhawatiran besar bahwa bangunan tersebut dapat roboh sewaktu-waktu serta mengancam keselamatan jiwa para penghuninya.
Demi menghidupi keempat buah hatinya, sang ibu mengaku rela melakoni pekerjaan apa saja asalkan halal dan menghasilkan uang, mulai dari menjadi buruh cuci hingga pekerjaan serabutan lainnya. Namun, penghasilan yang tidak menentu kerap kali membuat mereka harus menahan lapar karena jangankan untuk merenovasi tempat tinggal, untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari pun mereka sering kali mengalami kesulitan.
Penderitaan keluarga ini kian diperparah oleh ketiadaan fasilitas sanitasi yang memadai di dalam rumah. Untuk keperluan MCK (mandi, cuci, kakus), mereka terpaksa memanfaatkan fasilitas darurat yang berada di luar rumah dan terletak tepat di pinggir jalan umum, sebuah kondisi yang tentu saja sangat mengabaikan privasi serta aspek kesehatan.
Rasa cemas tiada henti selalu menghantui keluarga ini, terutama saat musim hujan tiba. Ketika hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan Kertapati, mereka hanya bisa pasrah dan berdoa di sudut rumah yang bocor, diliputi ketakutan mendalam kalau-kalau atap rumah mereka ambruk atau dindingnya runtuh diterjang angin.
Melihat penderitaan yang dialami keluarga tersebut, warga sekitar mengulurkan simpati yang mendalam dan berharap agar kondisi ini segera mendapatkan perhatian serius dari pemangku kebijakan. Warga sangat berharap Pemerintah Kota Palembang, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dinas sosial terkait, maupun para dermawan bersedia turun tangan memberikan bantuan konkret, baik berupa program bedah rumah, pembuatan fasilitas sanitasi yang layak, maupun bantuan sosial berkelanjutan guna meringankan beban hidup sang janda.
(Ujang Chandra dan Ayu)








