Dinkes Kuningan Perkuat Akselerasi Layanan Kesehatan Preventif Melalui Program Cek Gratis

 

Dinkes Kuningan Perkuat Akselerasi Layanan Kesehatan Preventif Melalui Program Cek Gratis

Kuningan | PI-NEWS.online.com

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan terus menegaskan perannya sebagai motor penggerak transformasi layanan kesehatan dengan mempercepat implementasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar seluruh lapisan masyarakat.

Penguatan program tersebut dibahas dalam forum koordinasi lintas sektor di Aula BJB Kuningan, Selasa (31/3/2026), yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari strategi memperluas jangkauan layanan kesehatan berbasis pencegahan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kuningan, dr. H. Agah Nugraha, MKM, menyampaikan bahwa program ini dirancang menggunakan pendekatan menyeluruh berbasis siklus hidup, sehingga setiap kelompok usia memperoleh akses layanan deteksi dini.

“Mulai dari bayi baru lahir hingga lansia menjadi sasaran program ini. Tujuannya adalah memastikan kondisi kesehatan masyarakat dapat terpantau sejak dini,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Dinkes Kuningan tidak berjalan sendiri. Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama menjadi langkah strategis untuk menjangkau peserta didik, termasuk di lingkungan sekolah berbasis keagamaan.

Di sisi lain, keterlibatan perguruan tinggi seperti Unisa, Uniku, UBHI, dan Universitas Muhammadiyah Kuningan memperluas cakupan layanan bagi kelompok usia produktif. Sementara itu, Tim Penggerak PKK didorong untuk memperkuat edukasi kesehatan di tingkat keluarga, khususnya dalam meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan rutin dan deteksi dini penyakit, termasuk melalui skrining HPV DNA.

“Perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan program ini. Karena itu, edukasi dan keterlibatan komunitas terus kami dorong,” katanya.

Secara nasional, Program Cek Kesehatan Gratis menargetkan partisipasi minimal 46 persen dari total penduduk Jawa Barat atau sekitar 25 juta jiwa. Namun hingga akhir Maret 2026, capaian partisipasi masih berada di angka 3 hingga 4 persen.

Meski demikian, implementasi di lapangan telah berjalan, khususnya untuk bayi baru lahir melalui skrining hipotiroid kongenital (SHK) serta deteksi dini gangguan jantung.

Untuk kelompok usia sekolah, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan direncanakan segera dimulai dengan dukungan tenaga kesehatan dari puskesmas serta pihak sekolah.

Dalam rangka mempercepat capaian, Dinkes Kuningan juga mendorong penguatan dukungan kebijakan lintas instansi, termasuk melalui penerbitan surat edaran dan langkah strategis lainnya guna memastikan layanan dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Kami optimistis, dengan sinergi yang terbangun, program ini akan semakin efektif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” tutup Agah.

| 4nd121 |

Pos terkait