KUNJUNGI MARKAS YONIF TP 894/PB, KASDAM II/SRIWIJAYA TEKANKAN RASA SYUKUR DAN INTEGRITAS PRAJURIT
Lahat, Sumsel, pi-news.online
Kepala Staf Kodam II/Sriwijaya, Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, S.E., melaksanakan kunjungan kerja sekaligus memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit Yonif TP 894/Prayatna Bumi di Marshalling Area Yonif TP 894/PB, Kabupaten Lahat, Rabu (4/2/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkuat mental, disiplin, serta integritas prajurit di tengah proses pembangunan satuan baru yang masih terus berlangsung. Di hadapan seluruh prajurit, Kasdam II/Sriwijaya menyampaikan apresiasi atas progres pembangunan markas yang tetap berjalan meskipun fasilitas kantor dan perumahan masih bersifat sementara. Ia menekankan bahwa keterbatasan yang ada harus disikapi dengan rasa syukur dan dedikasi tinggi, karena kondisi tersebut merupakan bagian dari proses menuju kemajuan satuan ke depan. Brigjen TNI Iwan Ma’ruf juga mendorong prajurit untuk tetap kreatif dan produktif, salah satunya melalui pengembangan program unggulan di bidang pertanian. Menurutnya, selain menjalankan tugas pokok sebagai prajurit, penguasaan keterampilan terapan di sektor pertanian dapat menjadi nilai tambah serta bekal berharga ketika kelak kembali berperan di tengah masyarakat. Terkait kesejahteraan, Kasdam mengingatkan pentingnya integritas dalam mengelola keuangan pribadi dengan menghindari gaya hidup konsumtif dan berlebihan. Prajurit diminta membiasakan diri menabung sejak dini serta meneladani para senior yang berhasil meniti karier dari Tamtama hingga Perwira melalui kedisiplinan hidup dan perencanaan masa depan keluarga yang matang. Dalam aspek kesehatan, Kasdam menegaskan bahwa kondisi fisik merupakan aset utama prajurit. Oleh karena itu, manajemen waktu antara tugas dan istirahat harus dijaga dengan baik. Prajurit diingatkan agar tidak begadang tanpa alasan jelas, khususnya hanya untuk bermain telepon genggam, karena dapat menurunkan kebugaran dan kesiapan operasional. Selain itu, Brigjen TNI Iwan Ma’ruf memberikan penekanan keras terhadap larangan pelanggaran hukum, terutama penyalahgunaan narkoba, pelanggaran asusila, dan bentuk pelanggaran lainnya. Ia mengingatkan bahwa proses untuk menjadi prajurit TNI bukanlah hal mudah, bahkan ada yang harus melalui seleksi berulang kali, sehingga tidak boleh dirusak oleh tindakan yang tidak bertanggung jawab. Menutup arahannya, Kasdam II/Sriwijaya menegaskan pentingnya membangun hubungan antarprajurit yang berlandaskan prinsip asah, asih, dan asuh tanpa kekerasan. Ia menginstruksikan para perwira untuk melakukan pengawasan secara ketat guna memastikan tidak terjadi tindakan semena-mena di lingkungan satuan. Dengan dedikasi, integritas, dan prestasi yang baik, peluang penugasan baik di dalam maupun luar negeri akan terbuka bagi prajurit yang tulus mengabdi kepada bangsa dan negara. (Ujang Chandra)








