*Diterpa Isu Rp31 M, Eks Pejabat Tegas: “Audit Saja, Jangan Bangun Opini Sesat!”*
Mataram NTB
tribuntipikor .Com— Tuduhan mengalirnya dana hingga Rp31 miliar dari program NTB Care ke rekening pribadi memicu reaksi keras.
*Pihak yang dituding akhirnya angkat bicara,*
Kepada media ini Selasa 05/05/26 ,
menyebut narasi tersebut sebagai framing liar yang berpotensi menyesatkan publik.
Ia mengaku sebenarnya enggan menanggapi isu lama. Namun, menurutnya, pembiaran justru bisa membuat tuduhan tak berdasar berubah menjadi “kebenaran” di mata masyarakat.
“Kalau mau audit, silakan audit. Jangan bangun opini ke sana kemari. Ini sudah keterlaluan,” tegasnya.
Untuk meluruskan informasi, ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan mantan Kepala BPKAD, Rizal Dilaga. Dari hasil pembicaraan itu, disebutkan tidak pernah ada pengucuran dana hibah hingga ratusan miliar rupiah ke NTB Care seperti yang dituduhkan.
“Yang ada hanya bantuan satu unit sepeda motor untuk operasional. Itu saja. Tidak ada cerita hibah ratusan miliar,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa keterlibatan pemerintah dengan NTB Care selama ini lebih pada aspek kemanusiaan , membantu masyarakat yang belum terjangkau layanan.
Mulai dari bantuan kursi roda melalui dinas sosial, fasilitasi transportasi oleh dinas perhubungan, hingga bantuan biaya rumah sakit melalui koordinasi sederhana.
“NTB Care itu gerakan sosial dan moral. Bukan lembaga penyalur dana besar seperti yang sekarang digoreng seakan-akan ada korupsi fantastis,” katanya.
Nada geram pun tak terbendung saat menyinggung berkembangnya isu tersebut. Ia menduga ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memainkan narasi untuk tujuan tertentu.
“Saya yakin ini bukan dari pimpinan daerah. Tapi pembisik-pembisik di sekitar itu, jangan kelewatan juga berselancar dengan isu,” sindirnya tajam.
Ia kembali menegaskan, jika memang ada kecurigaan, jalur audit adalah langkah paling tepat , bukan membangun opini publik tanpa dasar yang jelas.
“Jangan rusak ruang publik dengan tuduhan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ini bukan sekadar soal nama baik, tapi juga soal akal sehat,” pungkasnya.
( Irwanto )








