OPTIMALKAN POLA ASUH DI ERA DIGITAL, SMKN 1 PEMULUTAN GELAR SEMINAR PARENTING DAN SEPAKATI SERAGAM SISWA BARU

 

OPTIMALKAN POLA ASUH DI ERA DIGITAL, SMKN 1 PEMULUTAN GELAR SEMINAR PARENTING DAN SEPAKATI SERAGAM SISWA BARU

Ogan Ilir, Sumsel,pi-news.online
SMK Negeri 1 Pemulutan menggelar seminar parenting bertajuk “Pola Asuh Positif dan Pendidikan Anak di Era Digital” sekaligus pertemuan silaturahmi komite sekolah di lapangan SMKN 1 Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan orang tua atau wali murid kelas X, jajaran dewan guru, Babinsa Pemulutan, pengurus komite, serta para tamu undangan.
Acara ini menghadirkan akademisi dari Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri), Dr. Alrefi, M.Pd., sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, Alrefi memberikan edukasi mengenai bahaya dan dampak negatif perkembangan teknologi digital terhadap remaja, sekaligus menekankan pentingnya penerapan pola asuh positif di lingkungan keluarga maupun pergaulan sebaya.
Kepala SMKN 1 Pemulutan, Rahmi Sofiah, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan motivasi serta sosialisasi tata tertib sekolah, termasuk bahaya penggunaan gawai secara berlebihan pada anak. Ia menggaris bawahi pentingnya komunikasi efektif antara orang tua dan anak dalam memitigasi permasalahan remaja di era serba digital. “Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter anak. Di era digital ini, orang tua harus lebih proaktif dalam mendampingi anak-anaknya,” ujar Rahmi. Selain itu, Rahmi juga memperkenalkan jajaran dewan guru kepada para orang tua siswa dengan penuh kehangatan.
Selain agenda edukasi pengasuhan anak, kegiatan berlanjut dengan reorganisasi pengurus komite sekolah serta rapat koordinasi pakaian seragam bagi siswa baru kelas X. Perwakilan Komite SMKN 1 Pemulutan, Ujang Chandra, memimpin diskusi terbuka bersama orang tua murid untuk menampung aspirasi terkait kebutuhan busana sekolah.
Ujang menegaskan bahwa pihak sekolah tidak mewajibkan atau memaksakan pembelian seragam di sekolah. Kendati demikian, guna menjaga kerapian dan keseragaman peserta didik, musyawarah tersebut menghasilkan kesepakatan bersama bahwa penjahitan pakaian seragam siswa baru akan difasilitasi oleh komite melalui penunjukan penjahit resmi. Kesepakatan tersebut diakhiri dengan penandatanganan berita acara persetujuan oleh perwakilan komite dan orang tua siswa.
Langkah tersebut disambut positif oleh para orang tua murid yang mendambakan kejelasan mengenai seragam sekolah anak-anak mereka. Melalui penguatan sinergi antara pihak sekolah, komite, dan orang tua ini, SMKN 1 Pemulutan berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan serta pembentukan karakter siswa secara berkelanjutan.
(Ujang Chandra dan ayu)

Pos terkait