Amburadul! Proyek Bronjong di Rejoso Nganjuk Berdampak Buruk ke Akses Jalan Desa

Amburadul! Proyek Bronjong di Rejoso Nganjuk Berdampak Buruk ke Akses Jalan Desa

*Banyak warga masyarakat setempat menilai, jika pembangunan bronjong ini dianggapnya kurang memadahi kwalitas dan kwantitas.*

Nganjuk Jatim, pi-news.online // Pekerjaan Pembangunan proyek bronjong pengaman sungai yang lokasi tempat pengerjaannya berada di Desa Jintel, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ini, beberapa bulan lalu telah mengalami kerusakan parah, karena tertimpa derasnya hujan yang datang akhir-akhir ini.

Disisi lain, sesungguhnya masalah ini sudah pernah dibicarakan dan dirapatkan disalah satu Balai Desa, yang mana saat itu dihadiri pula dari pihak instansi terkait termasuk dari PU, bahwa hal itu masih dalam tahap tanggung jawab dari pihak kontraktor. Hasil rapat kala itu.

Berlanjut dan berdasarkan informasi dari pihak Pemerintahan Desa bahwa masyarakat sekitar mintanya pada pertengahan bulan Februari 2026, jalan antar desa ini sudah bisa dimanfaatkan agar supaya saat musim panen jalan lancar dilalui tanpa adanya hambatan.

Namun demikian sangatlah disayangkan, karena seringkali awak media dan masyarakat ketika melewati lokasi jalan itu masih amburadul.

Menurut dan banyak warga masyarakat setempat menilai, jika pembangunan bronjong ini dianggapnya kurang memadahi kwalitasnya, karena batunya dibiarkan berserakan serta kwalitas bronjongnya tidak bagus.

Seperti, pada tahap pembangunan awal yang dianggapnya sudah gagal program atau kesalahan tehnis pada bronjong yang lama.

Sehingga meskipun sekarang diadakan dan/atau ditambah bronjong lagi diatasnya, namun indikasinya tetap dalam posisi yang tidak aman bilamana terjadi longsor kebawah, karena gerusan air disetiap harinya yang terus menerus mengikis tanah dasar.

Mirisnya.! pihak Dinas PU dari Provinsi kala itu tampaknya tak memperhitungkan dan/atau memikirkan apabila kondisi tanah gerak selalu terbawa oleh tekanan air, berakibat pada belokan kemudian menggerus tanahnya.

Info juga didapatkan dari KmJ (Red) pada Selasa, 21 April 2026 pukul 11’32 Wib. jika pembangunan tersebut memang dari provinsi namun demikian sampai saat ini masih belum tuntas, karena ya ternyata hingga sampai sekarang masih ambles terus hingga menjadikan beban bagi si penerima kontrak yang sekarang.

Selain itu, seseorang berinisial O (Red) dari Pemeritah Wilayah Rejoso pada Selasa, 21 April 2026 pukul 12’14 Wib. kepada awak media ini juga mengatakan bahwa sebenarnya bronjong tersebut sudah baik, hanya karena pembangunan sungai tersebut masuk siklus 20 tahun sekali. Ujarnya

Ya! namanya siklus tentu tetap dilaksanakan perbaikan.

Ini sudah dua kali berarti 40 tahunan dilakukan dan itu sudah terjadi perubahan pengalihan alur sungai berkali kali. Dulu malah tidak begitu kondisinya. Imbuhnya.

Salah satu solusi yang terbaik kalau menurut saya, yaitu harus memindahkan akses jalan digeser ke barat menerjang areal persawahan, dan itu sudah ada sekarang bahkan mulai juga bisa dilalui, tetapi belum secara umum.

Yang mana saat ini, sementara yang dapat melintasi yaitu kendaraan roda dua dan traktor petani, akan tetapi kalau roda empat masih belum bisa. Ungkapnya. (Galoeh/Tut)

Editorial: Solikin

Pos terkait