Kades Desa Tangsi Duren Diduga Mar-kup Anggaran Pembangunan Tempat Wisata Desa

 

Kades Desa Tangsi Duren Diduga Mar-kup Anggaran Pembangunan Tempat Wisata Desa

PI NEWS Online~Kepahiang-Bengkulu.

Proyek pembangunan tempat wisata Desa Tangsi Duren, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu”
(Kamis, 12/02/2026).

Investigasi dilakukan langsung di lokasi wisata desa yang dibangun sejak tahun 2023 hingga 2026 pihak tim investigasi menerima sejumlah ungkapan masyarakat yang tidak ingin disebut namanya terkait penggunaan anggaran yang dinilai tidak wajar.

Proyek taman wisata yang dibiayai Dana Desa (DD) berpotensi menjadi ajang korupsi akibat kurangnya transparansi, akuntabilitas dan lemahnya pengawasan, yang memicu penyimpangan anggaran.

Kasus seperti proyek mangkrak dengan nilai ratusan juta rupiah sering ditemukan, di mana hasil tidak sebanding dengan dana yang dikeluarkan.

Faktor utama meliputi manipulasi laporan, penggelembungan dana, serta penggunaan anggaran tidak sesuai peruntukan, sehingga merusak kepercayaan masyarakat.

Proyek bangunan ini didanai dari Dana Desa tahun anggaran 2023 lalu dan kemungkinan bantuan lainnya,Berdasarkan informasi dari masyarakat yang tidak ingin disebut namanya, total anggaran pembangunan tempat wisata ini mencapai Rp. 400 000.000,” ujarnya.

Proyek tersebut berupa pembangunan jembatan wisata, dan tempat wisata.

Namun berdasarkan temuan tim investigasi dilapangan, muncul dugaan kuat adanya mark-up anggaran yang diduga untuk kepentingan oknum perangkat desa terkait.

Anggaran dari Dana Desa tahun anggaran 2023 hingga sekarang seolah terserap habis untuk pembangunan wisata ini”Faktanya, sudah hampir tiga tahun dikerjakan, namun hingga kini tempat wisata tersebut” terkesan mangkrak .

Menurut temuan tim investigasi dilapangan , kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa pembangunan sarat kepentingan dan berpotensi dimanfaatkan untuk memperkaya diri oknum tertentu”

Usai melakukan penelusuran di lapangan, awak media kemudian menemui Kepala Desa tangsi duren (KOMARI YUSUF)untuk melaksanakan konfirmasi terkait prihal tersebut,

Namun kepala desa (KOMARI YUSUF) Tidak di jumpai di kediamannya maupun dikantor desa”
Kemudian melalui what shap kepala desa membenarkan bahwa pembangunan wisata desa dimulai sejak tahun 2023.
“Pembangunan dimulai tahun 2023 (sumber anggarannya) dari Dana Desa,” ungkap kepala desa.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun tim investigasi dilapangan, rincian anggaran pembangunan wisata air terjun Desa tangsi duren di duga sebagai ajang korupsi pihak terkait.

Di duga Dengan anggaran yang sangat pantastis itu, tim investigasi menilai sangat ironis karena hingga saat ini tempat wisata air terjun tersebut terkesan mangkrak, wisata juga terlihat sepi dan sangat jarang ada pengunjung pada tahun ini”

Sempat terlihat lantai dari jembatan wisata air terjun Desa tangsi duren sudah banyak rusak alias bolong, tanpa ada perbaikan dari pihak terkait prihal tersebut hingga saat ini”juga terlihat bangunan disekitar tutup dan mulai memburuk,

Lebih lanjut,Dari hasil pengamatan langsung di lapangan, tim investigasi dilapangan menduga kuat bahwa pembangunan tempat wisata tersebut sarat dengan praktik mar-kup anggaran/sebagai ajang korupsi pihak terkait

Dari pengamatan kami di lapangan, kami menduga anggaran pembangunan wisata ini banyak yang dimar-kup,” Berdasarkan estimasi kami, pembangunan tempat wisata dengan kondisi seperti ini hanya menghabiskan anggaran saja, temuan ini menambah daftar panjang dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Kepahiang.

Tim investigasi dilapangan,menegaskan akan terus menelusuri kasus ini serta mendorong aparat penegak hukum (APH) Kabupaten Kepahiang ,Serta jajaran instansi terkait Kabupaten Kepahiang “untuk segera melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh agar penggunaan anggaran negara dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan sesuai peruntukannya.

PI NEWS Online.
(A.Perlis)

Pos terkait