Dugaan Mark Up Pembangunan Rehab Balai Desa Tangsi Duren, Dana Anggaran Tahun 2025.

 

Dugaan Mark Up Pembangunan Rehab Balai Desa Tangsi Duren Mark-Up, Dana Anggaran Tahun 2025.

PI NEWS Online~Kepahiang-Bengkulu.

 

Proyek rehab balai desa”di Dusun 3, Desa Dusun Tangsi Duren, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang,
Provinsi Bengkulu”
(Kamis’12/02/3026).

Pprihal ini menuai tanda tanya besar dari warga setempat”Berdasarkan papan informasi resmi yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut menggunakan anggaran dana sebesar (Rp.97.437.000)yang bersumber dari dana desa tahun anggaran 2025,

Namun, hasil pembangunan di lapangan diduga tidak sebanding dengan besaran dana yang dianggarkan,Kondisi fisik bangunan yang terlihat menimbulkan dugaan adanya mark up anggaran.

Dugaan ini semakin menguat setelah beberapa warga yang memberikan komentar kritis terkait kualitas dan besaran biaya yang digunakan.

Salah satu warga yang tidak ingin disebut namanya” yang ditemui di lokasi memberikan tanggapan singkat
“Kalau melihat secara fisik, tidak masuk akal bangunan sebesar itu dengan dana sebesar itu” Tapi kami juga tidak tahu pasti,” ujarnya dengan nada hati-hati, sembari meminta agar identitasnya tidak dipublikasikan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari kepala desa maupun pihak terkait mengenai dugaan ini

Sementara itu, warga berharap agar pihak inspektorat atau aparat penegak hukum (APH)juga Instansi terkait Kabupaten Kepahiang, dapat turun langsung memeriksa penggunaan dana desa tersebut.

Sejumlah aktivis pemerhati anggaran daerah menilai, kasus seperti ini harus direspons serius untuk menjaga akuntabilitas dana desa“Transparansi dan keterbukaan informasi publik adalah kunci agar dana desa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, Jika ada indikasi penyimpangan, harus segera diusut,” kata salah satu aktivis yang dimintai pendapat.

Proyek rehab balai desa yang tertera pada papan informasi sejatinya merupakan bagian dari program pembangunan desa yang bertujuan meningkatkan fasilitas publik.

Namun, dugaan ketidaksesuaian antara dana dan hasil pekerjaan ini telah membuat masyarakat bertanya-tanya dan berharap adanya audit menyeluruh.

PI NEWS Online.
(Tim)

Pos terkait