BANDUNG – PI NEWS.COM Aksi demonstrasi yang melibatkan massa dari kalangan mahasiswa dan masyarakat berlangsung di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, dalam momentum peringatan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Selasa (20/10/2026).
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan berbagai kritik terhadap kebijakan pemerintah. Sejumlah persoalan yang menjadi sorotan meliputi ekonomi, pendidikan, ketenagakerjaan, lingkungan hidup, hingga kebebasan demokrasi.
Di tengah berlangsungnya demonstrasi, aksi vandalisme dilaporkan terjadi di kawasan Tugu Simpang Lima Asia Afrika. Selain itu, aksi pembakaran juga terjadi di tengah jalan sehingga menambah dinamika situasi di lokasi demonstrasi.
Aparat kepolisian melakukan pengamanan dan pengawalan di sepanjang kawasan Jalan Asia Afrika. Situasi yang sempat diwarnai tindakan tersebut dapat ditangani oleh pihak kepolisian, sehingga kondisi secara umum kembali terkendali dan tetap kondusif.
Aksi demonstrasi berlangsung hingga sore hari. Meski terdapat insiden vandalisme dan pembakaran, pengamanan terus dilakukan untuk menjaga situasi di kawasan tersebut.
SETRA Bandung Raya Sampaikan Kritik terhadap Pemerintah
Dalam aksi tersebut, Kesatuan Mahasiswa “Setia Rakyat” (SETRA) Bandung Raya menyampaikan sejumlah tuntutan yang tertuang dalam dokumen berjudul Ikhtisar Kajian Kesatuan Mahasiswa “Setia Rakyat” (SETRA) Bandung Raya dalam Momentum Peringatan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran.
Melalui dokumen tersebut, SETRA mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai berkaitan dengan persoalan kesejahteraan masyarakat. Isu yang disoroti meliputi pengelolaan sumber daya alam, perluasan perkebunan skala besar, kebijakan perdagangan internasional, pemutusan hubungan kerja (PHK), serta akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan.
SETRA juga menyoroti penggunaan anggaran negara, termasuk program Makan Bergizi G
Empat Tuntutan Utama SETRA
Dalam pernyataan tertulisnya, SETRA Bandung Raya menyampaikan empat tuntutan utama.
Pertama, reformasi agraria dan perlindungan lingkungan. SETRA mendesak penghentian monopoli dan perampasan tanah rakyat serta evaluasi ekspansi perkebunan skala besar yang dinilai mengancam lingkungan dan ruang hidup masyarakat
Keempat, perlindungan hak demokratis masyarakat. Mereka meminta penghentian diskriminasi(Mehanurrevin)








