BANDUNG BARAT PI NEWS onlen .Kuota haji Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk musim haji 2027 diperkirakan mencapai 464 jemaah. Jumlah tersebut melonjak dibandingkan kuota haji 2026 hanya sebanyak 96 jemaah.
Dari kuota tersebut, sebanyak 391 jemaah dialokasikan berdasarkan nomor urut porsi, sedangkan 73 lainnya masuk kategori lanjut usia (lansia). Saat ini, ratusan calon jemaah mulai menjalani tahapan persiapan administrasi dan pemeriksaan kesehatan menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh, Enjah Sugiarto, melalui Kasi Pelayanan Kemenhaj Kabupaten Bandung Barat, Ismail Agung, mengatakan, penambahan estimasi kuota tersebut merupakan hasil verifikasi dan pemutakhiran data calon jemaah.
“Awalnya, estimasi kuota sebanyak 364 orang. Namun, setelah dilakukan verifikasi dan perbaikan data, jumlahnya bertambah menjadi 464 orang,” kata Ismail saat ditemui di Kantor Kemenhaj Bandung Barat, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, proses verifikasi telah dilakukan sejak September 2026, setelah pemerintah pusat menyampaikan estimasi kuota keberangkatan kepada masing-masing daerah.
Ia menjelaskan, petugas melakukan pengecekan langsung untuk memastikan status calon jemaah, termasuk mereka yang berencana menunda keberangkatan, meninggal dunia, maupun mengajukan pembatalan.
Hasil verifikasi tersebut kemudian dilaporkan kepada pemerintah pusat sebagai bahan pemutakhiran data. Perbaikan data di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota turut memengaruhi perubahan estimasi kuota haji Bandung Barat.
“Data terus kami verifikasi agar jumlah calon jemaah yang akan berangkat sesuai dengan kondisi sebenarnya,” ujarnya.
Masih kata Ismail, dari total 464 calon jemaah yang diperkirakan berangkat pada 2027, sebanyak 381 orang telah memiliki paspor dan menjalani perekaman biometrik untuk keperluan visa haji.
Selain kelengkapan dokumen, tahapan pemeriksaan kesehatan juga mulai berjalan. Calon jemaah yang telah menjalani pemeriksaan medis atau medical check-up (MCU) diminta membawa hasil pemeriksaannya ke puskesmas sesuai domisili masing-masing.
“Sekarang pemeriksaan kesehatan sedang berjalan. Jemaah sudah melaksanakan MCU, kemudian hasilnya dibawa ke puskesmas sesuai domisili,” jelasnya.
Masih kata Ismail, pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan calon jemaah memenuhi persyaratan yang ditetapkan sebelum keberangkatan. Sementara itu, pemutakhiran data masih dapat dilakukan sehingga jumlah akhir jemaah yang berangkat berpotensi berubah sesuai ketentuan pemerintah.
Ismail menyebutkan, dari estimasi 464 jemaah tersebut, sebanyak 73 orang masuk kategori lansia dengan rentang usia sekitar 81 hingga 84 tahun. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan pelayanan jemaah, terutama terkait pemenuhan persyaratan kesehatan.
Di sisi lain, Kemenhaj Bandung Barat juga mulai menyiapkan petugas penyelenggara ibadah haji. Sejauh ini, tiga petugas asal Bandung Barat telah dinyatakan lolos seleksi, terdiri atas dua ketua kelompok terbang (kloter) dan satu pembimbing ibadah haji.
“Alhamdulillah, tiga petugas sudah lolos seleksi. Sebenarnya persiapan penyelenggaraan haji bukan hal baru. Kami sudah terbiasa melayani keberangkatan jemaah dalam dua hingga tiga kloter,” katanya.
Ismail menegasakan, sebelum adanya penyesuaian kuota berdasarkan daftar tunggu, kuota normal haji Bandung Barat disebut berada di kisaran 1.066 jemaah. Dengan estimasi 464 jemaah pada 2027, jumlah tersebut diperkirakan hanya mencukupi satu kloter keberangkatan.
“Untuk jumlah 464 jemaah, tahun ini hanya satu kloter pemberangkatan saja,” pungkasnya.
(Bni -sbr)








