Gedung SDN 3 Cihirup Ambruk, Disdik Kuningan Dorong Percepatan Penanganan Melalui Koordinasi Pusat

KUNINGAN — PI NEWS.ONLINE.COM

Kondisi bangunan SDN 3 Cihirup, Kabupaten Kuningan, yang mengalami kerusakan hingga ambruk, mendorong perlunya langkah penanganan yang terencana dan terukur. Selain pemulihan sarana pendidikan, aspek keselamatan siswa dan tenaga pendidik menjadi perhatian penting agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung di lingkungan yang aman.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan menyatakan bahwa usulan penanganan sekolah tersebut telah diajukan untuk tahun 2026. Pemerintah daerah berharap adanya tindak lanjut dan peluang percepatan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Surya, S.Pd., M.M., saat memberikan keterangan melalui pesan WhatsApp, Minggu (11/10/2026).

“Sudah masuk usulan 2026, semoga bisa ada percepatan. Besok saya mau komunikasi sama pihak kementerian,” ujar Surya.

Keterangan tersebut menunjukkan bahwa penanganan SDN 3 Cihirup telah masuk dalam proses pengusulan. Adapun realisasi perbaikan atau pembangunan kembali masih memerlukan tindak lanjut sesuai mekanisme yang berlaku, termasuk hasil koordinasi, penilaian kondisi bangunan, ketersediaan anggaran, serta keputusan instansi berwenang.

Keamanan Lingkungan Sekolah Menjadi Perhatian

Ambruknya bangunan sekolah bukan hanya menyangkut kerusakan fisik, melainkan juga berkaitan dengan jaminan keselamatan warga sekolah dan keberlangsungan pelayanan pendidikan.

Oleh karena itu, pemeriksaan teknis terhadap kondisi bangunan diperlukan untuk menentukan tingkat kerusakan dan langkah penanganan yang sesuai. Area yang berpotensi membahayakan juga perlu diamankan guna mencegah risiko terhadap siswa, guru, maupun masyarakat di sekitar sekolah.

Apabila kerusakan berdampak pada kegiatan belajar mengajar, pengaturan alternatif pembelajaran yang aman menjadi bagian penting dari langkah antisipasi selama menunggu penanganan lebih lanjut.

Langkah-langkah tersebut perlu dilakukan secara terkoordinasi agar kebutuhan keselamatan tidak terabaikan di tengah proses administrasi dan pengajuan anggaran.

Kepastian Penanganan Masih Dinantikan

Rencana komunikasi dengan kementerian yang disampaikan Surya diharapkan dapat memberikan perkembangan lebih lanjut mengenai tindak lanjut usulan penanganan SDN 3 Cihirup.

Namun, sampai keterangan tersebut disampaikan, belum ada kepastian mengenai jadwal pelaksanaan pekerjaan fisik maupun keputusan akhir terkait dukungan anggaran.

Karena itu, informasi mengenai perkembangan koordinasi, status pengajuan, serta rencana penanganan selanjutnya menjadi hal yang penting bagi pihak sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat.

Transparansi dalam penyampaian informasi juga diperlukan agar publik dapat mengetahui tahapan penanganan secara jelas, mulai dari pengusulan hingga kemungkinan pelaksanaan perbaikan atau pembangunan kembali.

Menanti Langkah Konkret Pemerintah

Penanganan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan berat membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat sesuai kewenangan masing-masing. Koordinasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan langkah yang tepat berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Bagi SDN 3 Cihirup, kepastian penanganan menjadi kebutuhan penting agar peserta didik dapat memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan layak. Di sisi lain, proses perbaikan harus tetap memperhatikan ketentuan teknis, perencanaan, serta mekanisme penggunaan anggaran yang berlaku.

Masyarakat berharap upaya koordinasi yang direncanakan dapat berlanjut pada kejelasan tindak lanjut, termasuk penentuan prioritas penanganan dan jadwal pelaksanaan apabila telah mendapat persetujuan.

Hingga Minggu (11/10/2026), informasi yang diperoleh masih sebatas keterangan mengenai usulan tahun 2026 dan rencana komunikasi dengan pihak kementerian. Perkembangan berikutnya masih perlu dikonfirmasi kepada instansi terkait.

Penanganan SDN 3 Cihirup diharapkan tidak berhenti pada tahap pengusulan, tetapi berlanjut melalui proses yang jelas dan terukur, dengan keselamatan siswa serta keberlangsungan pendidikan sebagai perhatian utama.

Red

Pos terkait