KUNINGAN — PI NEWS.ONLINE.COM
Nilai-nilai Pancasila dinilai memiliki peran penting dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada kualitas layanan, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip kesetaraan, kemanusiaan dan kepedulian terhadap seluruh lapisan masyarakat.
Semangat tersebut kembali diteguhkan Keluarga Besar Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan dalam momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026. Peringatan tersebut dimaknai bukan sekadar sebagai agenda seremonial, melainkan sebagai refleksi untuk memperkuat nilai kebersamaan dalam pembangunan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan dr. H. Edi Martono, MARS, mengatakan nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan secara nyata melalui pelayanan kesehatan yang memberikan ruang dan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk memperoleh layanan yang bermutu.
Menurutnya, kesehatan merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat sehingga pelayanan publik di bidang tersebut harus terus dibangun dengan pendekatan yang humanis, profesional dan berkeadilan.
“Nilai-nilai Pancasila harus menjadi semangat dalam memberikan pelayanan kesehatan yang adil, inklusif, bermutu, serta dapat diakses oleh seluruh masyarakat.”
Gotong Royong Menjadi Kekuatan Pembangunan Kesehatan
Dr. Edi Martono menilai pembangunan kesehatan tidak dapat dilakukan secara parsial. Pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga dan masyarakat harus bergerak dalam satu semangat untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat.
Prinsip gotong royong yang menjadi bagian dari nilai kehidupan bangsa dinilai sangat relevan dengan tantangan pembangunan kesehatan saat ini. Kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar upaya promotif, preventif, pelayanan kesehatan hingga peningkatan kesadaran masyarakat dapat berjalan secara berkesinambungan.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima pelayanan, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan pembangunan kesehatan.
Keadilan dalam Akses Pelayanan
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat bahwa prinsip keadilan sosial harus tercermin dalam pelayanan publik.
Dinkes Kuningan mendorong agar pembangunan kesehatan terus diarahkan pada perluasan akses dan peningkatan mutu layanan sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan sesuai kebutuhannya.
Semangat inklusivitas menjadi penting agar pelayanan kesehatan dapat dirasakan secara luas, termasuk oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan lebih besar.
“Pelayanan kesehatan harus mampu menghadirkan rasa aman, nyaman dan manusiawi. Karena pada akhirnya, pembangunan kesehatan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Pancasila sebagai Semangat Pengabdian
Dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan menempatkan nilai “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa” sebagai semangat untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat.
Nilai persatuan, kemanusiaan, gotong royong dan keadilan sosial diharapkan tidak berhenti sebagai nilai normatif, tetapi dapat diterjemahkan dalam setiap langkah pelayanan dan pembangunan kesehatan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat, pembangunan kesehatan Kabupaten Kuningan diharapkan semakin mampu menghadirkan layanan yang berkualitas sekaligus berorientasi pada kebutuhan manusia.
Pesan yang dibawa Dinkes Kuningan pun sederhana namun mendasar: membangun masyarakat sehat membutuhkan persatuan, kepedulian dan kerja bersama.
“Mari kita terus memperkuat gotong royong untuk mewujudkan Indonesia yang sehat, kuat dan berdaya,” pesan dr. H. Edi Martono.
Selamat Hari Kesaktian Pancasila 2026.
Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa.
Red








