MAJALENGKA, (PI NEWS) – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan kelayakan sarana serta prasarana pendidikan untuk mendukung proses pembelajaran. Pada Tahun Anggaran 2026, program tersebut menyasar SMK Al Taufiq Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Pantauan awak media saat mengunjungi lokasi menunjukkan pekerjaan revitalisasi masih berlangsung di lingkungan sekolah. Pembenahan meliputi Ruang Administrasi serta Ruang Praktik Siswa (RPS) Teknik Sepeda Motor.
SMK Al Taufiq Bantarujeg merupakan satuan pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Terpadu dan Pondok Pesantren Al-Taufiq. Sekolah dengan NPSN 20276127 itu beralamat di Jalan Bantarujeg-Malausma KM.7, Desa Sindanghurip, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka.
Berdasarkan papan informasi pekerjaan yang terpasang di lokasi, kegiatan tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 melalui Direktorat SMK, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Program tersebut dibiayai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp. 585.207.000 (Lima Ratus Delapan Puluh Lima Juta Dua Ratus Tujuh Ribu Rupiah). Pekerjaan dilaksanakan mulai 17 September sampai dengan 15 Desember 2026 dengan masa pelaksanaan selama 90 hari kalender.
RPS Teknik Sepeda Motor menjadi salah satu bagian yang dibenahi. Fasilitas tersebut digunakan siswa untuk mengikuti pembelajaran praktik sesuai kompetensi keahlian, sehingga keberadaannya berkaitan langsung dengan proses pendidikan di sekolah kejuruan.
Sementara itu, Ruang Administrasi mendukung aktivitas pengelolaan sekolah. Pembenahan pada kedua fasilitas tersebut dilakukan sesuai fungsi masing-masing dalam menunjang kegiatan pendidikan.
Kepala SMK Al Taufiq Bantarujeg, Dadi Royadi, menyampaikan terima kasih atas bantuan revitalisasi yang diterima sekolah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas bantuan revitalisasi ini. Bantuan tersebut sangat berarti bagi sekolah karena fasilitas yang diperbaiki akan mendukung kegiatan belajar dan praktik siswa. Kami berharap seluruh prosesnya berjalan dengan baik dan hasilnya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh sekolah,” ujar Dadi.
Menurut Dadi, keberadaan fasilitas yang memadai menjadi salah satu kebutuhan dalam menunjang aktivitas pendidikan. Karena itu, sekolah berharap hasil pekerjaan dapat memberikan manfaat sesuai sasaran program setelah seluruh tahapan selesai.
Dari sisi peserta didik, revitalisasi juga mendapat sambutan positif. Salah seorang siswi SMK Al Taufiq Bantarujeg, Rini, mengaku senang melihat adanya pembenahan fasilitas di sekolahnya.
“Kami tentu senang ada perbaikan seperti ini. Kalau ruang dan tempat praktiknya nanti sudah selesai, mudah-mudahan kami bisa belajar lebih nyaman dan praktik juga lebih baik. Yang penting pekerjaannya selesai dengan baik supaya fasilitasnya benar-benar bisa kami gunakan,” ujar Rini.
Harapan Rini terutama berkaitan dengan ruang praktik yang digunakan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Bagi peserta didik sekolah kejuruan, kegiatan praktik menjadi bagian penting untuk mengembangkan kemampuan yang dipelajari di sekolah.
Saat kunjungan awak media dilakukan, pekerjaan masih dalam tahap pelaksanaan. Dengan demikian, kondisi akhir fasilitas yang menjadi sasaran revitalisasi masih menunggu seluruh pekerjaan diselesaikan sesuai masa pelaksanaan.
Setelah pekerjaan rampung, fasilitas tersebut akan kembali digunakan untuk mendukung kegiatan sekolah. Pemanfaatan sesuai fungsi dan pemeliharaan sarana menjadi bagian penting agar hasil pembenahan dapat digunakan secara berkelanjutan.
Bagi SMK Al Taufiq Bantarujeg, program revitalisasi menjadi bagian dari penguatan sarana pendidikan yang manfaatnya diarahkan kepada kegiatan sekolah dan kebutuhan peserta didik. Sekolah berharap pelaksanaannya berjalan sesuai rencana hingga batas waktu yang telah ditentukan.
Atas bantuan tersebut, pihak SMK Al Taufiq Bantarujeg menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta pihak terkait. Bantuan melalui program revitalisasi diharapkan dapat memperkuat fasilitas pendidikan dan menunjang proses pembelajaran siswa di sekolah tersebut.
(TIM)








