Lestarikan Budaya Lokal, SMK PGRI Jatiwangi Wajibkan Mulok Pencak Silat Setiap Jumat Pagi

MAJALENGKA PI NEWS Online . Upaya melestarikan budaya tradisional sekaligus membentuk karakter peserta didik terus dilakukan SMK PGRI Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Sekolah tersebut menjadikan Pencak Silat sebagai Mata Pelajaran Muatan Lokal (Mulok) yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat pagi.

Program Mulok Pencak Silat ini merupakan program pendidikan khas sekolah yang mengajarkan seni bela diri tradisional Indonesia sebagai upaya melestarikan warisan budaya, membentuk karakter, serta meningkatkan kebugaran jasmani peserta didik.

Kepala SMK PGRI Jatiwangi, Enok Kokom, S.Pd., menjelaskan bahwa pembelajaran pencak silat tidak hanya berfokus pada aspek fisik semata.

“Siswa tidak hanya dilatih secara fisik untuk menguasai teknik bela diri dan ketangkasan, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai luhur seperti kedisiplinan, rasa saling menghormati, sportivitas, serta kepercayaan diri. Pembelajaran ini menjadi wadah pembentukan mental generasi muda yang berkarakter kuat dan berakar pada kearifan lokal,” jelas Enok Kokom.

Menurutnya, melalui kegiatan rutin setiap Jumat pagi tersebut, siswa diharapkan mampu menjaga kebugaran tubuh, memiliki kemampuan membela diri, serta memiliki mental yang tangguh dan berakhlak mulia.

Selain itu, program ini juga menjadi salah satu keunggulan SMK PGRI Jatiwangi dalam mengintegrasikan pendidikan vokasi dengan pendidikan karakter berbasis budaya lokal Jawa Barat. Dengan begitu, lulusan SMK PGRI Jatiwangi tidak hanya kompeten di bidang keahlian, tetapi juga memiliki jati diri budaya yang kuat.

Kegiatan Mulok Pencak Silat ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa dan dibimbing langsung oleh pelatih profesional yang berkompeten di bidangnya.

Endi Shamoy.

Pos terkait