Kab.Bandung//
pi-news.online
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di dampingi Kolonel Infantri Yanto Kusno Hendarto SH, berkunjung ke Situ Cisanti kab bandung,Jawa Barat. Pencemaran dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) CItarum di Provinsi Jawa Barat membutuhkan penanganan semua pihak. Termasuk diantaranya adalah Kementerian, Lembaga dan masyarakat sekitar. Dalam kunjungan ke Situ Cisanti, Kabupaten Bandung. ingin memastikan Program Citarum Harum berjalan sesuai rencana. Program Citarum Harum telah diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 15 tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum. “Kita melihat sejumlah instalasi untuk pengendalian kerusakan DAS CItarum,” ujar KDM
KDM meninjau Situ Cisanti yang merupakan titik nol DAS Citarum. Dalam kunjungannya, KDM di dampingi,Para sponsor Republika,,Artha Graha ,BJB ,DLH,dan LSM , menegaskan, pekerjaan DAS Citarum merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan waktu yang cukup panjang. “ memiliki concern yang tinggi terhadap Sungai Citarum. Bahkan beliau memperkirakan pekerjaannya membutuhkan waktu hingga tujuh tahun,” ujar KDM
Program Citarum Harum secara spesifik disebutkan dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Oleh karena itu, KDM memastikan, akan terus bekerja dalam mendorong sinergitas antar Kementerian/Lembaga dan menyukseskan program Citarum Harum. “Terlepas dari anggaran, suksesnya program Citarum Harum memerlukan sinergitas antar Lingkungan dan masyarakat Umumnya bukan hanya pemerintah namun juga non-pemerintah,” imbuh KDM .
Kunjungan ke Situ Cisanti juga memastikan pengelolaan air limbah rumah tangga, ternak, serta pemasangan alat online monitoring kualitas air. Menurut Dedi Mulyadi untuk Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IFAL) rumah tangga membutuhkan penguatan kelembagaan yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) agar diadopsi oleh masyarakat maupun pemerintah daerah. “Penguatan pemerintah daerah secara bertahap menyediakan IFAL rumah tangga, mulai dari mencarikan skema kebijakan.Tujuannya agar permukiman, khususnya perumahan memiliki IFAL terpadu,” ungkap Dedi Mulyadi
Sedangkan untuk IFAL ternak yang tersebar di hulu DAS Citarum, menyatakan banyak contoh berhasil. Namun membutuhkan penguatan kelembagaan tingkat desa seperti peraturan desa, pemanfaatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga pemanfaatan Dana Desa. Sementara soal Online Monitoring Kualitas memberikan apresiasi terhadap pemasangan alat tersebut. “Namun perlu ditingkatkan manfaatnya sehingga alat ini menjadi power full sebagai salah satu system pada kualitas air di DAS Citarum
Aliran Sungai Citarum membentang sepanjang 297 kilometer yang melintasi 13 Kabupaten/Kota mulai dari Situ Cisanti, Kabupaten Bandung hingga bermuara di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Adapun cakupan luasan DAS Citarum cukup besar hampir 20% dari total luas Provinsi Jawa Barat.
KDM (Kang Dedi Mulyadi)Juga
menambahkan,
merevitalisasi Situ Cisanti bukan pekerjaan mudah. Apalagi saat ini, jika akhir pekan banyak komunitas-komunitas yang semakin ramai berkunjung. “Kami Berharap Pengunjung dan penduduk setempat Bisa bekerja keras untuk membersihkannya,” ujar KDM .
WS








