Kolaborasi Kemenkes, WHO, dan UGM Perkuat Surveilans Kesehatan di Kuningan Lewat Monitoring SKDR
KUNINGAN – PI.NEWS.ONLINE.COM
Upaya memperkuat sistem kewaspadaan kesehatan di daerah terus dilakukan melalui sinergi lintas lembaga. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan menerima kunjungan tim monitoring implementasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, World Health Organization (WHO), dan Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (28/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi nasional terhadap pelaksanaan SKDR di daerah sekaligus mendorong peningkatan kualitas surveilans epidemiologi sebagai langkah antisipatif dalam menghadapi potensi penyebaran penyakit maupun Kejadian Luar Biasa (KLB).
Selama monitoring berlangsung, tim melakukan peninjauan ke sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengamati implementasi sistem pelaporan, mekanisme deteksi dini, serta kesiapan petugas dalam merespons setiap indikasi ancaman kesehatan masyarakat. Diskusi teknis bersama tenaga kesehatan juga dilakukan guna mengidentifikasi berbagai tantangan sekaligus merumuskan strategi penguatan sistem.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Edi Martono, MARS, mengatakan bahwa SKDR memiliki peran vital dalam memastikan setiap potensi masalah kesehatan dapat dikenali sedini mungkin sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“Keberadaan SKDR menjadi fondasi penting dalam sistem surveilans kesehatan. Melalui monitoring ini, kami memperoleh masukan berharga untuk meningkatkan kualitas pelaporan, memperkuat koordinasi, serta memastikan respons terhadap setiap sinyal epidemiologi berjalan sesuai standar,” ujar dr. H. Edi Martono.
Menurutnya, efektivitas sistem kewaspadaan dini sangat ditentukan oleh kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi internasional, institusi akademik, hingga tenaga kesehatan di lapangan.
Selain mengevaluasi implementasi SKDR, tim monitoring juga memberikan penguatan kapasitas kepada petugas kesehatan agar semakin adaptif dalam melakukan analisis data surveilans, pelaporan, serta pengambilan langkah respons yang cepat terhadap setiap potensi ancaman kesehatan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan berharap hasil monitoring tersebut menjadi pijakan untuk terus meningkatkan mutu sistem surveilans daerah sehingga mampu mendukung penyusunan kebijakan kesehatan berbasis data, mempercepat penanggulangan penyakit, dan memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kuningan, kami mengapresiasi kehadiran tim Kementerian Kesehatan, WHO, dan UGM. Kolaborasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus membangun sistem kewaspadaan kesehatan yang semakin tangguh demi menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat,” tutup dr. H. Edi Martono.
red








