Hari Kartini 2026, Dinkes Kuningan Mendorong Akses Luas Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara
Kuningan | PI-NEWS.ONLINE.COM
Peringatan Hari Kartini 2026 dimaknai Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan melalui langkah konkret di sektor kesehatan perempuan. Bersama Tim Penggerak PKK dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), pemerintah daerah menggelar Gebyar Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara sebagai bagian dari penguatan layanan promotif dan preventif.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran publik, khususnya perempuan, akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Deteksi dini dinilai menjadi strategi efektif dalam mengurangi risiko kanker serviks dan kanker payudara yang masih menjadi penyebab utama tingginya angka kesakitan pada perempuan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Edi Martono, MARS, menyampaikan bahwa pendekatan preventif harus terus diperluas agar masyarakat memiliki akses yang mudah dan terjangkau terhadap layanan kesehatan dasar.
“Pemeriksaan sejak dini bukan hanya soal pencegahan, tetapi juga menyangkut upaya penyelamatan kualitas hidup. Semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang penanganan yang optimal,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan berupa tes IVA dan HPV DNA untuk skrining kanker serviks, serta SADANIS atau pemeriksaan payudara klinis yang dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Sasaran program ini adalah perempuan berusia 30 hingga 69 tahun, dengan kriteria medis tertentu, antara lain sudah menikah atau pernah melakukan hubungan seksual, tidak sedang menstruasi, tidak dalam kondisi hamil, serta menghindari hubungan seksual dalam 24 jam sebelum pemeriksaan.
Dinas Kesehatan juga menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan layanan hingga ke fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas, agar deteksi dini dapat diakses secara merata oleh masyarakat.
Menurut dr. Edi, penguatan layanan skrining menjadi salah satu kunci dalam menekan angka kejadian kanker di daerah sekaligus meningkatkan kualitas hidup perempuan secara berkelanjutan.
“Melalui momentum Hari Kartini, kami ingin menegaskan bahwa kesehatan perempuan adalah fondasi penting dalam pembangunan. Upaya preventif harus menjadi gerakan bersama,” pungkasnya.
( 4nd121 )








