PENDIDIKAN TAMTAMA INFANTERI TNI AD GELOMBANG III TA 2025 RESMI DITUTUP, RINDAM II/SRIWIJAYA LANTIK 1.741 PRAJURIT

 

PENDIDIKAN TAMTAMA INFANTERI TNI AD GELOMBANG III TA 2025 RESMI DITUTUP, RINDAM II/SRIWIJAYA LANTIK 1.741 PRAJURIT

Palembang, Sumsel, pi-news.online

Sebanyak 1.741 prajurit resmi menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada) setelah Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang III Tahun Anggaran 2025 resmi ditutup. Upacara penutupan dipimpin Kepala Staf Kodam II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, S.E., mewakili Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., di Lapangan Secata Rindam II/Sriwijaya, Rabu (4/2/2026).
Penutupan pendidikan tersebut menandai berakhirnya rangkaian pendidikan dasar militer yang telah ditempuh para prajurit siswa dengan disiplin, ketekunan, dan semangat juang tinggi. Seluruh mantan prajurit siswa dinyatakan lulus dan mengucapkan sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai komitmen awal pengabdian kepada bangsa dan negara.
Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD merupakan bagian dari upaya strategis TNI Angkatan Darat dalam membentuk prajurit yang tangguh, profesional, dan berkarakter. Selama masa pendidikan, para prajurit ditempa kemampuan fisik, mental, serta moral kejuangan guna menyiapkan mereka menghadapi berbagai tantangan penugasan di satuan.
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam amanat tertulis yang dibacakan Kasdam II/Sriwijaya, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh prajurit yang telah lulus dan resmi dilantik menjadi prajurit TNI AD berpangkat Prada. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras, disiplin tinggi, serta dukungan dan doa restu orang tua dan keluarga.
Kasad menegaskan bahwa pendidikan intensif selama dua bulan telah membentuk prajurit TNI AD yang berjiwa Sapta Marga, berpedoman pada Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI. Pendidikan ini menjadi fondasi penting dalam membangun karakter prajurit yang siap melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pendidikan yang telah dilalui merupakan bagian integral dari strategi pembangunan kekuatan TNI Angkatan Darat yang dirancang secara sistematis oleh Presiden Republik Indonesia dan dilaksanakan secara berkelanjutan melalui lembaga pendidikan.
Kehadiran prajurit-prajurit muda ini diharapkan mampu mendukung pelaksanaan tugas operasi, memperkuat satuan-satuan, serta berperan aktif dalam pemberdayaan potensi masyarakat dan penanggulangan bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Mengakhiri amanatnya, Kasad berpesan agar para prajurit senantiasa siap menghadapi tantangan tugas, terus mengasah naluri keprajuritan, serta memberikan pengabdian terbaik bagi satuan, masyarakat, dan negara. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara pendidikan dan pihak pendukung atas terselenggaranya Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang III Tahun Anggaran 2025 dengan aman dan lancar.(Ujang Chandra)

Pos terkait