DI Duga udah lusuh dan sobek bendera merah putih masih tetap berkibar dihalaman
SMPN 2 Singaparna,
PI News Tasikmalaya —
Kondisi bendera Merah Putih yang tampak lusuh dan sobek di halaman Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Singaparna menuai sorotan dari masyarakat. Simbol negara yang seharusnya dijaga kehormatannya itu terlihat tidak layak pakai, namun masih tetap dikibarkan, Senin (02/02/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan bagian ujung bendera sudah robek, sementara warna merah dan putihnya mulai tampak pudar. Padahal, bendera Merah Putih merupakan lambang kedaulatan negara yang wajib dijaga sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, sekolah sebagai lembaga pendidikan seharusnya menjadi contoh dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada peserta didik.
“Sekolah itu tempat mendidik karakter dan rasa cinta tanah air. Kalau benderanya saja dibiarkan rusak seperti itu, bagaimana anak-anak bisa belajar menghormati simbol negara,” ujarnya.
Dalam aturan yang berlaku, bendera yang sudah lusuh, robek, atau pudar tidak boleh lagi dikibarkan dan harus segera diganti dengan yang baru. Pengibaran bendera dalam kondisi tidak layak dinilai sebagai bentuk kurangnya penghormatan terhadap simbol negara.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMPN 2 Singaparna, Mulyana, mengakui bahwa bendera tersebut sudah lama tidak diganti.
“Bendera itu memang sudah cukup lama tidak diganti, sejak bulan Agustus. Saya akan segera mengonfirmasi hal ini kepada Kepala Sekolah, dikarenakan beliau sedang rapat” ujarnya singkat.
Kepala SMPN 2 Singaparna, Cengceng Kosasih, turut menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian tersebut.
“Terima kasih atas masukannya. Kondisi bendera itu memang tidak teramati dengan baik oleh kami. Kami merasa lalai dan insyaallah akan segera menggantinya,” katanya.
Ia menegaskan pihak sekolah akan lebih teliti ke depannya dalam menjaga kelayakan atribut kenegaraan sebagai bagian dari pembelajaran karakter dan penanaman nilai nasionalisme kepada para siswa.








