KAPOLDA SUMSEL HADIRI PERESMIAN DIREKTORAT PPA-PPO DI 11 POLDA DAN 22 POLRES

 

KAPOLDA SUMSEL HADIRI PERESMIAN DIREKTORAT PPA-PPO DI 11 POLDA DAN 22 POLRES

Jakarta, pi-news.online

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi, S.I.K. menghadiri peresmian dan peluncuran Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) yang digelar serentak di 11 Polda dan 22 Polres. Peresmian tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi Polri dalam memberikan perlindungan kepada kelompok rentan.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sumsel didampingi Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumsel Kombes Pol Andes Purwanti, S.E., M.M., serta para Kepala Satuan Reserse PPA dan PPO jajaran. Kehadiran jajaran Polda Sumsel menegaskan komitmen Polri di daerah dalam mendukung optimalisasi pelayanan dan penegakan hukum terhadap tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang.
Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa pembentukan Direktorat PPA-PPO di tingkat Polda dan Polres bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan pendampingan bagi korban. Menurutnya, masih banyak kasus kekerasan dan perdagangan orang yang terjadi di lapangan namun tidak dilaporkan karena korban mengalami ketakutan dan trauma.
“Dengan dibentuknya Direktorat PPA-PPO, Polri berharap seluruh korban dari kelompok rentan dapat terlayani dengan baik dan memiliki keberanian untuk melapor. Kami memastikan setiap laporan akan ditangani secara profesional dengan pendekatan yang humanis,” ujar Kombes Pol Nandang, Sabtu (24/1/2026).
Ia menambahkan, sejak Direktorat PPA-PPO dibentuk di tingkat Mabes Polri, jajaran kepolisian secara berkelanjutan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi tersebut bertujuan membangun kepercayaan publik bahwa korban akan mendapatkan perlindungan hukum, pendampingan psikologis, serta penanganan yang berorientasi pada pemulihan.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya menyampaikan bahwa Direktorat PPA-PPO akan memperkuat kolaborasi dan kerja sama lintas sektor dengan kementerian, lembaga, serta pemangku kepentingan terkait, termasuk dengan pihak internasional. Kerja sama ini dinilai penting mengingat kompleksitas kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta maraknya tindak pidana perdagangan orang lintas negara.
Kapolri menyoroti fenomena penyelundupan manusia dan perdagangan orang yang kerap menimpa warga negara Indonesia akibat iming-iming pekerjaan di luar negeri melalui jalur tidak resmi. Melalui Direktorat PPA-PPO, Polri diharapkan mampu melakukan pencegahan sejak dini, memberikan perlindungan maksimal kepada korban, serta memastikan hak-hak korban terpenuhi.
Peluncuran Direktorat PPA-PPO ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran Polri dalam memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya perempuan, anak, dan kelompok rentan. Kapolri juga menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme personel serta penerapan prinsip kesetaraan gender dalam setiap aspek pelayanan kepolisian.
Direktorat PPA-PPO yang diresmikan tersebar di 11 Polda dan 22 Polres, yakni Polda Metro Jaya, Polda Jawa Timur, Polda Sumatera Selatan, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda Sumatera Utara, Polda Sulawesi Selatan, Polda Kalimantan Barat, Polda Nusa Tenggara Barat, Polda Nusa Tenggara Timur, dan Polda Sulawesi Utara, dengan rincian Polres yang telah ditetapkan oleh Mabes Polri.
Dengan peresmian tersebut, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan rasa aman, kepastian hukum, serta perlindungan menyeluruh bagi masyarakat, demi terwujudnya keadilan dan keamanan yang berkelanjutan. (Ujang Chandra & Tim)

Pos terkait