H-1 Pembatalan Lomba Drum Band di Semarang, 17 Sekolah TK Alami Kerugian Besar

 

H-1 Pembatalan Lomba Drum Band di Semarang, 17 Sekolah TK Alami Kerugian Besar

SEMARANG – Kekecewaan mendalam dirasakan oleh wali murid dan pengelola dari 17 sekolah TK di Semarang. Secara mendadak, panitia Kejuaraan Drum Band Piala Ketua Umum YPKPI Masjid Raya Baiturrahman CUP 2026 mengumumkan penundaan kegiatan pada Jumat sore (23/1/2026), hanya sehari sebelum jadwal pelaksanaan yang seharusnya berlangsung Sabtu, 24 Januari 2026.

Surat resmi dengan nomor 193/SDHj.Is2/I/2026 tersebut menyatakan bahwa kegiatan ditunda hingga April 2026 dengan alasan cuaca ekstrem di Kota Semarang. Namun, keputusan sepihak yang diambil di waktu yang sangat mepet ini memicu gelombang protes dari para peserta.

Para peserta merasa sangat dirugikan karena telah mengeluarkan biaya besar yang sulit untuk ditarik kembali. Beberapa poin kerugian yang dialami 17 sekolah tersebut antara lain:

* Uang Pendaftaran: Setiap sekolah telah menyetorkan uang pendaftaran sebesar Rp300.000.

* Biaya Operasional: Pembayaran jasa pelatih drum band yang sudah dilakukan selama masa persiapan.

* Uang Muka (DP) Hangus: Banyak sekolah yang sudah melakukan DP untuk penyewaan bus, katering konsumsi, hingga jasa rias (make-up) untuk anak-anak yang akan tampil.

* Sewa Kostum: Kostum drum band yang sudah disewa dan siap digunakan terpaksa batal dipakai tanpa kepastian ganti rugi.

Andi Prastyo, salah satu orang tua murid peserta, mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan panitia. Ia menilai pembatalan pada sore hari sebelum hari-H sangat tidak profesional.

“Kami sangat kecewa. Kenapa pembatalannya baru sore ini, padahal besok sudah hari-H. Setiap sekolah sudah mengeluarkan biaya besar dan persiapan anak-anak sudah matang untuk besok. Ini sangat merugikan kami secara materiil dan mental anak-anak,” ujar Andi.

Hingga berita ini diturunkan, seluruh wali murid dan pihak sekolah TK peserta menuntut pertanggungjawaban nyata dari panitia penyelenggara. Mereka berharap ada kompensasi atas biaya-biaya yang telah hangus atau setidaknya pengembalian dana (refund) yang adil, mengingat penundaan ke bulan April dianggap terlalu lama.

Pihak panitia dalam suratnya yang ditandatangani oleh Ketua Panitia, Luluil Maknun, S.Pd.I., M.Pd, dan Kepala Sekolah, Indah Harvanti Nur Purnama, S.Psi, memohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut demi keselamatan peserta. Namun, permohonan maaf tersebut dirasa belum cukup bagi warga yang telah menderita kerugian finansial.

Pos terkait