PMI Dea Malela Loloskan Pendidiknya Jadi PPIH Pusat, Salahudin Ikuti Diklat Semi Militer di Jakarta*

 

*PMI Dea Malela Loloskan Pendidiknya Jadi PPIH Pusat, Salahudin Ikuti Diklat Semi Militer di Jakarta*

Sumbawa Besar NTB
pi–news. Online — Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela resmi menorehkan prestasi nasional. Salah satu pendidiknya, Salahudin, ditetapkan sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tingkat Pusat untuk Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026.

Pria kelahiran Bima dan alumni UIN Mataram itu dinyatakan lulus seleksi nasional PPIH yang diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah.

Dari belasan ribu pendaftar se-Indonesia, hanya 1.500 orang yang dinyatakan lolos seleksi ketat.

Salahudin dikenal memiliki kemampuan bahasa Arab dan Inggris yang mumpuni, sejalan dengan sistem pendidikan di PMI Dea Malela yang menjadikan dua bahasa internasional tersebut sebagai bahasa wajib, baik bagi santri maupun tenaga pendidik.
Untuk wilayah Pulau Sumbawa yang terdiri dari lima kabupaten/kota, hanya 13 petugas yang lulus seleksi.

Tiga orang di antaranya ditugaskan untuk Kabupaten Sumbawa, termasuk Salahudin.
Saat ini, Salahudin bersama seluruh PPIH dari berbagai daerah di Indonesia tengah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH Tahun 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, selama 20 hari, terhitung sejak 10 hingga 30 Januari 2026.

Kepada pi – news.Online Salahudin mengungkapkan bahwa diklat PPIH tahun ini memiliki perbedaan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Selain materi yang berkaitan langsung dengan urusan haji, tahun ini lebih banyak pelatihan semi militer,” ujarnya, Senin (12/1).

Menurutnya, pendekatan tersebut bertujuan untuk memperkuat ketahanan fisik dan mental para petugas haji agar mampu melayani jamaah secara optimal di seluruh tahapan ibadah, mulai dari keberangkatan, pelaksanaan di Tanah Suci Makkah, hingga kepulangan ke daerah asal.

Suami dari Ustadzah Asri, yang juga merupakan pendidik di PMI Dea Malela, mengaku sangat antusias mengikuti diklat tersebut.
“Saya sangat senang sekali mengikuti pendidikan dan pelatihan PPIH kali ini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, jika pada tahun-tahun sebelumnya diklat lebih berfokus pada teori dan materi kelas, maka tahun ini hampir 90 persen peserta benar-benar digembleng secara fisik dan mental. Setiap pagi, peserta diwajibkan melakukan latihan jalan kaki sekitar satu kilometer secara rutin.

“Ini langkah strategis baru bagi petugas haji. Ketahanan fisik sangat vital dalam melayani jamaah haji nantinya,” tutup Salahudin yang akrab disapa Ustadz Solah.

(Irwanto)

Pos terkait