Internal Sekolah Ragukan Kepemimpinan Enok Bisa Majukan SMK PGRI Jatiwangi.
Majalengka PI NEWS Online.
Sekolah menengah kejuruan SMK Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jatiwangi. Majalengka sejak Mei 2025 dipimipin oleh kepala sekolah baru yakni Enok Kokom,S.P.d. Namun,kepemimpinan Enok Kokom diragukan beberapa tenaga pendidik disekolah yang terletak di Desa Ciborelang,Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka tersebut. Beberapa guru dan stap pengajar mengeluhkan beberapa dugaan permasalahan seperti diantaranya. * Kurangnya transparansi keuangan *Tidak penyusunan RKAS *Tidak ada program kerja yang jelas, baik kepala sekolah maupun Tim manajemen dan GTK
Salah seorang guru kepada pihak media menyebutkan kepemimpinan Enok Kokom dituding tidak memiliki arah yang jelas dan dituding anti kritik. Dia kepala sekolah tidak memiliki program yang jelas,saat pemilihan kepala sekolah kami tidak tahu visi dan misi dia, selain itu juga dia anti kritik,bahkan tak segan marah marah di forum,”ujar guru yang tidak mau disebut namanya. Tak hanya itu lanjutnya,banyak tugas yang tumpang tindih dan terkesan kepala sekolah tidak percaya kepada guru .
Di tempat yang sama, guru lain juga enggan disebut namanya mengatakan jika kepsek sering membuat isu internal yang kemudian isu itu tidak terbukti kebenarannya, hingga membuat gaduh internal Sekolah terlebih kepemimpinan kepsek yang sekarang tidak ada rapat evaluasi rutin bersama jajaran pegawai baik guru, TU, dan lainnya di SMK PGRI
Kepala sekolah sering bikin kabar tidak benar hingga internal gaduh, ditambah kepemimpinan dia (Enok) tidak ada lagi rapat rutin evaluasi ujarnya.
Dan yang lebih parahnya lagi hal yang sangat tidak pantas dilingkungan pendidikan bahwa kepsek Enok tidak mempunyai etika saat bertegur sapa dengan guru yang lainnya sering mengungkapkan kata-kata ‘si nama “juga ” Sia.
Masa seorang kepala sekolah tidak punya etika mentang mentang atasan dirinya selalu menegur para guru dengan sebutan sia, dan “nama ” Seharusnya kalo saling menghargai dia bilang kepada orang lain dengan sebutan “pak anu ” atau ibu anu “juga ada lagi kata kata yang etis didengar saat dilingkungan sekolah .
Maka hampir semua para guru mengkritisi pemilihan kepala sekolah yang dituding tidak transparan hingga banyak guru yang meragukan kepemimpinan Enok . . Pemilihan kepsek tidak terbuka. Kami ga tahu apa program yang di tawarkan oleh mereka, termasuk kepala sekolah yang sekarang juga terkait keuangan kepsek selalu bilang bahwa sekolah defisit anggaran sampai 600 juta rupiah, padahal kami tidak mengerti kejelasannya, sepertinya ada yang di lebih lebihkan dan terkesan ditutup tutupi tukasnya.
Sementara itu Enok, SPd. saat dikonfirmasi oleh awak media mengatakan. “Semua yang diturunkan terkait kejelekan saya, itu tidak benar, karena saya anggap itu adalah dampak dari pasca seleksi beberapa calon kepala sekolah dan mereka adalah pendukung dari beberapa calon yang kalah.
Terkait keuangan memang betul sekarang ini sekolah lagi defisit anggaran sampai 600 juta rupiah dan saat ini kami sedang berusaha untuk menutupi kekurangan tersebut “jelas kepala sekolah yang didampingi Selamet, Waka sapras dan Agus bagian TU
Ditambahkan kepala sekolah, bulan Mei tahun 2025 Saat kepemimpinannya. SMK PGRI Jatiwangi telah berhasil meluluskan 290 kelulusan, namun saat ini yang masuk turun drastis dampak dari kebijakan KDM.
Wartawan Endi shamoy.








