Banyak Artefak yang Hilang di Candi Borobudur??

 

Banyak Artefak yang Hilang di Candi Borobudur??

Magelang, Pi News Online _

Candi Borobudur dibangun pada masa Kerajaan Mataram Kuno, khususnya pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra di Jawa Tengah, sekitar abad ke-8 hingga ke-9 Masehi (sekitar 780-840 Masehi), dan pengerjaannya selesai pada masa Raja Samaratungga.
Dinasti Penguasa: Dinasti Syailendra, yang saat itu berkuasa di Jawa Tengah.
Raja Pembangunan: Raja Samaratungga (dari Dinasti Syailendra) menjadi penguasa saat candi ini rampung.
Periode Waktu: Dibangun antara tahun 780-840 Masehi.

Artefak Borobudur “menghilang” karena dua alasan utama: tertimbun abu vulkanik akibat letusan Gunung Merapi yang menyebabkan candi terlupakan selama berabad-abad, lalu ditemukan kembali dan direstorasi, serta penjarahan di masa lalu, terutama di era kolonial, di mana banyak arca dan relief dibawa ke luar negeri (seperti Thailand) sebagai hadiah atau oleh kolektor, sementara beberapa kepala arca dicuri untuk cinderamata.
Penyebab Artefak “Menghilang” (Terpendam)
Bencana Alam (Abu Vulkanik): Setelah ditinggalkan sekitar abad ke-14, Candi Borobudur tertutup abu vulkanik dari letusan Gunung Merapi (sekitar tahun 1006 M) dan semak belukar, membuatnya tidak terlihat selama berabad-abad hingga ditemukan kembali oleh Thomas Stamford Raffles pada tahun 1814.
Penyebab Artefak Hilang (Diambil atau Dicuri)
Penjarahan Era Kolonial: Pemerintah Hindia Belanda mengizinkan Raja Thailand, Chulalongkorn, membawa beberapa bagian candi (arca Buddha, patung singa, relief) ke Thailand sebagai hadiah pada tahun 1896.
Pencurian untuk Cinderamata: Banyak arca Buddha dan batu berukir dicuri, terutama kepalanya, untuk dijadikan suvenir atau koleksi antik, bahkan ada yang diambil saat masa pemugaran awal.
Artefak di Luar Negeri: Beberapa artefak curian atau pemberian (seperti kepala arca dan patung singa) kini disimpan di museum di luar negeri, misalnya di Museum Nasional Bangkok.
Kondisi Saat Ini
Banyak kepala arca ditemukan terpisah dari tubuhnya karena pencurian, dan saat ini disimpan oleh Balai Konservasi Borobudur untuk penelitian sebelum dipasang kembali.
Upaya terus dilakukan untuk mengidentifikasi dan memetakan situs di sekitar candi untuk mencari artefak yang hilang. (Redaksi)

Pos terkait