Bongkar Muat Dikuasai Calo, Laporan Pemberdayaan Lokal AMNT Palsu

MATARAM NTB
pi – news.online

Tahun 2024 lalu, sebuah data dirilies resmi PT.Amman Mineral Nusa Tenggara (PT.AMNT). Perusahaan itu menyebut, setidaknya ada 59 persen seluruh bidang usaha AMNT melibatkan perusahaan lokal.

Kemudian, AMNT juga melaporkan progres pembangunan Smelter dan rencana operasi dan pengembangan sektor pelabuhan di Benete. Namun, sayangnya report atau laporan perusahaan Alex Ramli sebagai pemegang saham mayoritas Batu Hijau tersebut, bak jauh panggang dari api.

” Loh, pak. Itu data dirilies saat pemaparan manager port AMNT. Terhadap progres kinerja perusahaan di semua lini. Kami ini kontraktor dan perusahaan lokal yang bergerak di kepelabuhanan. Tidak satupun lokal dilibatkan dalam jasa bongkar muat di pelabuhan. Baik di pelabuhan khusus milik AMNT sendiri maupun pelabuhan umum. Semuanya perusahaan luar daerah. Ada apa?,” kata, Adrian, pengusaha jasa bongkar muat lokal, di Sumbawa Barat, Rabu (2/4).

Adrian mengaku menghidupi lebih dari 30 karyawan dan semuanya warga lokal. Baik dari Jereweh, Maluk bahkan Taliwang dan Seteluk. Pekerja bongkar muat ini merasakan betul, dari hari ke hari menyaksikan aktifitas kendaraan tronton dan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) asal luar daerah lalu lalang mendapatkan akses kontrak di dua pelabuhan tersebut.

“Kami pegang data. Data lalulintas kapal dan jasa perusahaan bongkar muat barang milik AMNT yang terdaftar di Inaportnet, situs resmi lalulintas bongkar muat milik Kemenhub. Barang milik AMNT yang dikuasai melalui PT.ASSA, seluruhnya dikuasai perusahaan luar. Baik PBM dan transportasinya. Dokumentasi lapangan ada dan lengkap,” kata, Adrian, lagi.

Pekerja lokal bongkar muat, Ahmad Musanif Aditya, menuding laporan AMNT dalam siaran resmi diduga palsu. Menurut Ahmad Musanif, lapangan data menyebutkan tidak PBM dan Transportasi seluruh barang milik PT. AMNT yang diakses melalui PT.Aman Samudera Sejahtera Abadi (ASSA) hanya PT.LTS dan CSS. Semuanya milik pengusaha Taipan Budi Alung dan aliansi bisnisnya dan itu luar daerah.

“Kita tidak anti dengan perusahaan dari luar, tapi harus fair. Porsinya seimbang jangan bunuh kehidupan anak istri kami. Kami butuh makan. Kami tidak mungkin menuntut kalau tidak terdesak. Kontrak kami di putus dan di alihkan ke perusahaan luar. Mereka kejam. Kami di adu domba sesama lokal. Presedir AMNT, Rakhmad Makasau sebaiknya turun, lihat kenyataan dilapangan,” pintanya, keras.

Sebelumnya, media telah merilis berita mengenai dugaan monopoli atau percaloan jasa bongkar muat PT.AMNT. Perusahaan tambang produksi Tembaga dan Emas tersebut dilaporkan telah menunjuk PT.ASSA dalam mengendalikan seluruh aktivitas bongkar muat bernilai jutaan Dollar US di Pelabuhan Benete. CC Padahal, perusahaan asal Jakarta ini tidak memiliki izin perusahaan keagenan kapal, bongkar muat dan transportasi atau tracking.
( Irwanto )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *