Pengangguran Masih Tinggi, Muhammad Farhan Dorong Program Pada Launching Padat Karya Jadi Solusi Nyata
PI News Online
Selasa, 14 April 2026
Pemerintah Kota Bandung terus menggencarkan program Padat Karya sebagai upaya menekan tingginya angka pengangguran terbuka di Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Kota Bandung saat ini mencapai 7,44 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Barat yang berada di angka 6,5 persen.
Selain itu, berdasarkan survei Litbang Kompas, sekitar 60 persen masyarakat menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja Pemerintah Kota Bandung, salah satunya dipengaruhi oleh persoalan pengangguran.
“Ini menunjukkan bahwa tantangan terbesar kita saat ini adalah menyediakan lapangan pekerjaan,” ujar Farhan dalam kegiatan Program Padat Karya.
Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, namun hasilnya belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, Pemkot Bandung akan terus meningkatkan kapasitas serta intensitas program ketenagakerjaan, termasuk melalui Padat Karya.
Program ini menjadi salah satu bentuk konkret kehadiran pemerintah dalam memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, peserta dikontrak selama 10 hari untuk melakukan pekerjaan berbasis lingkungan di wilayah masing-masing.
Farhan menekankan agar para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan maksimal.
“Ini bukan sekadar program sosial, tetapi peluang. Tunjukkan kerja terbaik Anda. Siapa tahu ada yang melihat dan membuka kesempatan kerja yang lebih tetap,” katanya.
Ia juga mengapresiasi peran DPRD Kota Bandung yang telah membantu merekomendasikan peserta serta lokasi pelaksanaan program.
Selain membuka lapangan kerja sementara, Pemkot Bandung juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan berbasis kompetensi. Program ini bertujuan untuk menyesuaikan keterampilan peserta dengan kebutuhan industri dan dunia usaha.
“Kami ingin peserta tidak hanya bekerja sementara, tetapi juga memiliki skill tambahan agar bisa mendapatkan pekerjaan atau bahkan membuka usaha,” tambahnya.
Farhan menjelaskan, tingginya pertumbuhan ekonomi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Bandung menjadikan kota ini sebagai magnet bagi pencari kerja dari berbagai daerah. Hal ini berdampak pada semakin ketatnya persaingan di pasar tenaga kerja.
Untuk itu, ia mengajak seluruh peserta program untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai langkah awal meningkatkan produktivitas.
Di sisi lain, program Padat Karya juga diharapkan dapat mendukung upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan kota, sejalan dengan program nasional ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
“Langkah kecil yang kita lakukan hari ini akan berdampak besar bagi Kota Bandung ke depan,” tuturnya.
Pemkot Bandung pun menyampaikan apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja, DPRD, serta jajaran kecamatan dan kelurahan yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.
Diharapkan, melalui berbagai program yang dijalankan secara konsisten, angka pengangguran di Kota Bandung dapat terus ditekan dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.
Reporter: Mehanur Revin








