Akses Utama Girimulya–Sangiang Terganggu, Kondisi Jalan Butuh Penanganan Segera dari Pemkab Majalengka
Majalengka, Media PI News
Ruas jalan di Blok Garasiang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka (Jawa Barat), mengalami gangguan serius akibat penumpukan lumpur yang terjadi seiring tingginya intensitas hujan dalam beberapa bulan terakhir. Material tanah dari kawasan perbukitan terbawa aliran air dan mengendap di badan jalan, membentuk lapisan lumpur yang licin serta berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Kondisi tersebut semakin diperparah dengan belum optimalnya sistem drainase di sepanjang jalur. Air hujan mengalir langsung ke badan jalan tanpa saluran pembuangan yang memadai, sehingga mempercepat erosi dan menambah volume lumpur yang menghambat kelancaran akses.
Dari hasil peninjauan di lapangan, ditemukan pula jalur irigasi di sekitar area kubangan yang tertimbun endapan lumpur. Akibatnya, aliran air tidak dapat mengalir ke hilir dan justru menggenang di badan jalan, sehingga memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko bagi pengguna jalan.
Dampak dari kondisi ini dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pengguna kendaraan roda dua yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Permukaan jalan yang licin meningkatkan potensi kecelakaan serta mengganggu aktivitas mobilitas warga.
Saat dilakukan peninjauan, awak media PI News menemukan bahwa akses jalan masih dapat dilalui. Sejumlah warga setempat secara sukarela melakukan pembersihan lumpur secara bertahap tanpa imbalan demi menjaga keselamatan bersama.
Salah seorang warga, Umar, menyampaikan bahwa upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan.
“Sedikit demi sedikit kami bersihkan supaya tetap bisa dilewati. Kalau tidak, banyak yang kesulitan bahkan sampai terjatuh. Kami hanya berusaha membantu sebisanya, tapi ini bukan solusi jangka panjang,” ujarnya (4/4/2026).
Ruas jalan ini merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Girimulya dan Desa Sangiang, sekaligus menjadi jalur menuju kawasan wisata Situ Sangiang yang berada di Desa Sangiang. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bernilai religius, yang kerap dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah dengan tujuan berziarah ke makam Sunan Parung. Dengan tingginya mobilitas tersebut, kondisi jalan yang layak menjadi kebutuhan yang sangat penting.
Gangguan pada akses ini tidak hanya berdampak pada masyarakat lokal, tetapi juga berpengaruh terhadap sektor kunjungan wisata, mobilitas peziarah serta potensi ekonomi kawasan.
Masyarakat setempat berharap Pemerintah Kabupaten Majalengka dapat segera mengambil langkah konkret dan terukur dalam penanganan permasalahan ini. Mengingat kondisi serupa hampir terjadi setiap tahun saat musim hujan, pembangunan dan optimalisasi sistem drainase, normalisasi jalur irigasi yang tertimbun serta peningkatan kualitas struktur jalan dinilai menjadi kebutuhan mendesak.
Penanganan yang cepat dan berkelanjutan diharapkan mampu mengembalikan fungsi jalan sebagai jalur vital yang aman, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas sosial, ekonomi dan pariwisata masyarakat di wilayah tersebut.
(Wartawan: Ivan Afriandi)








