oleh

Kepala Diskar PB Kota Bandung : HUT Damkar ke-102, Anggotanya Harus Tetap Bekerja Secara Profesional, Meskipun, Kebutuhan Anggaran Operasional Yang Dibutuhkan Telah Dipangkas Bappelitbang

-Berita-16 views

Bandung, pi-news.online

Perkembangan kota Bandung dengan populasi penduduknya yang setiap tahun terus bertambah, menyebabkan potensi kebakaran dan bencana bertambah.
Dengan kondisi tersebut, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meyakini tugas dari Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) semakin berat.
Kedepan, tantangannya semakin berat seiring dengan semakin banyaknya populasi warga. Saya minta Diskar PB harus lebih profesional,” kata Oded usai menghadiri HUT ke-102 Diskar PB tingkat Kota Bandung, di Mako Damkar, Jalan Sukabumi Kota Bandung, Rabu 17 Maret 2021.
Dalam penilaian orang nomor satu di Pemkot Bandung ini, profesionalitas dan kemandirian kerja harus terus ditingkatkan dan dimiliki oleh Diskar PB.

Oded menambahkan, untuk menunjang kinerja Diskar PB, pihaknya akan terus mengupayakan memenuhi kebutuhan operasional. Tentunya, lanjut Oded, hal tersebut akan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia di Pemkot Bandung.
Tentunya Diskar PB lebih bagus, profesional dan insya Allah kita akan lengkapi berbagai fasilitas yang d‎ibutuhkan Diskar PB sesuai kemampuan anggaran,” tambahnya.
Terkait insentif bagi petugas Damkar, Oded memastikan semua kebutuhan tentang itu selalu menjadi perhatian. Bersama Dishub dan Satpol PP, Diskar PB menjadi instansi yang resiko pekerjaannya tinggi.
Kalau soal insentif kita selalu perhatian kita memang sudah secara komprehensif,,” tegasnya.

Oded berharap, dalam memperingati HUT Damkar dan Penyelamatan ke-102, profesionalitas dan kemandirian kerja harus terus ditingkatkan dan dimiliki petugas khususnya di Diskar PB Kota Bandung.
Dalam momentum peringatan HUT Damkar ke-102 tingkat Kota Bandung, Oded memberikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh petugas Diskar PB yang sudah bertugas selama ini.
Oded menilai, petugas Diskar PB Kota Bandung tidak hanya berkutat soal musibah kebakaran saja, tetapi musibah-musibah lainnya. Sesuai arahan dari pemerintah pusat dan provinsi, Oded juga turut memotivasi para petugas Diskar PB agar tetap mengedepankan profesionalisme dan kemandirian dalam menjalankan tugasnya. Terlebih tugas dari pasukan Diskar PB ini sangat mulia dalam menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Kota Bandung.
Untuk Kota Bandung walaupun sekarang masih bersatu antara Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, ini masih erat dengan ikon tetap sebagai Dinas Kebakaran,” ujarnya.
Perkembangan Kota Bandung dengan populasi penduduknya yang setiap tahun terus bertambah, menyebabkan potensi kebakaran dan bencana bertambah. Apalagi, populasi penduduk di Kota Bandung mencapai 2,5 juta orang secara administrasi.
Dengan kondisi tersebut, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meyakini tugas dari Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) semakin berat.
Kedepan, tantangannya semakin berat seiring dengan semakin banyaknya populasi warga. Saya minta Diskar PB harus lebih profesional,” kata Oded.
Selanjutnya Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung Dadang Iriana mengatakan, di tengah HUT Damkar ke-102, anggotanya harus tetap bekerja secara profesional. Meskipun, kebutuhan anggaran operasional yang dibutuhkan telah dipangkas Bappelitbang Kota Bandung sejak dua tahun terakhir.
Dadang berharap, seharusnya Diskar PB Kota Bandung diapresiasi dan diberi anggaran besar mengingat beratnya tugas dan tanggungjawabnya yang dihadapi anggotanya.
Terus terang Bappelitbang ini harus paham terhadap tupoksi Diskar. Saya menekankan itu ke Bappelitbang, karena Bappelitbang yang mengolah anggaran itu.
Sudah berapa kali (disampaikan ke Bappelitbang terkait hal ini), rekomendasi dari dewan juga sudah mendukung. Tapi enggak ngaruh juga. Tidak tahulah (alasannya), yang tahu alasan mereka,” ungkap Dadang.
Dadang menjelaskan, pada anggaran Diskar PB pada 2018 cukup besar yakni sekitar Rp 70- Rp 80 miliar. Sehingga kinerja Diskar PB bisa lebih maksimal. Harus seperti dulu lah, tahun 2018 itu anggaran sekitar Rp 70-75 miliar,” pintanya. (Farry nt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed