oleh

Ketua PHRI Pengda Jabar : Adanya Pemotongan Periode Cuti Bersama Tahun 2021 Sangat Merugikan Hotel dan Restoran

-Berita-10 views

Bandung, pi-news.online

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI) Pengda Jawa Barat Herman Mukhtar merasa adanya pemotongan periode cuti bersama tahun 2021 sangat merugikan pihaknya.
Karena harapan-harapan kita itu ada pada masa libur yang seperti itu. Kalau libur sudah dipotong seperti itu, sudah pasti okupansi akan turun. Jadi harapan yang diharapkan itu tidak akan tercapai,” kata Herman, Selasa (23/2).
Herman mengakui, periode libur panjang dengan cuti bersama tersebut telah ditargetkan menjadi sumber pemasukan bagi hotel-hotel di Jawa Barat. Ia menyebut sempat berharap okupansi hotel-hotel bisa terisi hingga 90 persen.
Ia tak memungkiri banyak anggota PHRI Jawa Barat yang melayangkan protes terkait keputusan ini. Adanya pemotongan cuti bersama pasti akan menambah berat usaha para pelaku untuk bisa bertahan lebih lama lagi.
Saya kasihan sangat dengan kawan-kawan pengusaha. Kita lihat sendiri sudah berapa banyak, hotel yang harus mereka lepas. Tidak lain karena tidak ada kemampuan untuk membiayai, walaupun hotel itu diam sekalipun,” ujar Herman.
Dirinya mengungkap bahwa sejauh ini makin banyak saja pengusaha hotel yang terpaksa menjual hotel akibat tidak adanya pemasukan.
Sekarang orang mencari peluang untuk beralih pada bisnis yang bisa jalan pada saat ini. Beralih ke bisnis lain, misalnya di bidang kesehatan atau IT,” tambah dia.
Namun begitu, ia tetap mendukung keputusan pemerintah tersebut. Salah satunya karena ia pun sadar bahwa kondisi pandemi Covid-19 masih belum berlalu. Bahkan jumlah kasusnya masih belum melandai.
Kita khawatirkan itu adalah selama tujuh hari itu terjadi penumpukan orang di tempat-tempat destinasi itu dan akan memberi dampak pada berkembangnya Covid-19,” tutur Herman.
Alternatifnya, para pelaku usaha pariwisata di Jawa Barat sejauh ini hanya bisa mengandalkan target pasar masyarakat lokal.
Suatu hal yang telah mereka lakukan selama ini untuk menjaga tingkat kunjungan agar tetap adalah mendorong masyarakat lokal untuk berlibur atau staycation di hotel-hotel sekitar termpat tinggal.
Maka dari itu, tambah Herman, sejauh ini ia dan pengusaha lainnya hanya bisa pasrah dan berusaha mengencangkan ikat pinggang semaksimal mungkin menghadapi situasi yang tak kunjung membaik.
Sekarang kita hanya berharap pada vaksin yang kita harapkan bisa sukses dilaksanakan pemerintah. Kalau itu gagal, ya kita enggak tahu kapan. Kita berharap bisa lebih cepat, ya setidaknya pada awal tahun 2022 kita sudah bisa recovery,” sambungnya.
Sebelumnya, cuti bersama di tahun 2021 telah resmi dipangkas oleh pemerintah pusat. Cuti bersama yang awalnya berjumlah tujuh hari, kini hanya tinggal dua hari. Hal tersebut dilakukan karena kurva peningkatan Covid-19 dianggap belum landai.
Sehabis libur panjang, ada kecenderungan kasus Covid-19 mengalami peningkatan. Mobilitas masyarakat cenderung naik. Sementara itu program vaksinasi sedang berjalan,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. (Farry nt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed