oleh

RW 07 dan RW 10 Kelurahan Cihaurgeulis Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Memiliki Kawasan Bebas Sampah (KBS) Yang Mampu Mengelola Sampah Sehingga Mempunyai Beragam Manfaat

-Berita-17 views

Bandung, pi-news.online

RW 07 dan RW 10 Kelurahan Cihaurgeulis Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, memiliki kawasan bebas sampah (KBS) yang mampu mengelola sampah sehingga mempunyai beragam manfaat.
Di RW 10 Kelurahan Cihaurgeulis, tepatnya di jalan Muararajeun, ada beberapa olahan sampah yang dijadikan makanan bagi maggot maupun hewan lainnya. RW 10 juga menerapkan budi daya ikan dalam ember yang di dalamnya ditanami kangkung.
Sementara RW 07 memiliki Budi Daya Ikan Dalam Ember (Bukandsmber). Warga di wilayah ini sudah 90% mengelola sampah organik melalui Lodong Desa Dapur (Loseda), yang bisa dimanfaatkan untuk maggot.
Ketua RW 07 Rusel mengungkapkan, secara bertahap pihaknya menyosialisasi dan memfasilitasi sarana prasarana untuk memudahkan warga. Seiring berjalannya waktu, lanjut Rusel, para warga memanfaatkan wadah yang ada seperti ember.
“Sampah organiknya, ditempatkan di wadah seadanya. Sampai akhirnya dapat bagian tempat khususnya dari DLHK,” katanya.
Untuk organik, Rusel mengungkapkan, telah ada 77 Kepala Keluarga yang mengelolanya. Mereka mampu memilah sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Kamalia Purbani mengapresiasi warga yang telah komitmen untuk mengelola sampah.
“Warga Cihauegeulis komitmennya kuat. Ini sebagai bukti kesadaran dan perhatian untuk lingkungan,” ujar Kamalia.
Sementara Camat Cibeunying Kaler, Suardi menyatakan siap untuk terus mengedukasi masyarakat tentang mengelola sampah.
“Peran serta masyarkat pasti penting. Kita terus dorong dan edukasi untuk mengelola sampah mulai dari sumbernya,” ujar Suardi.
Wali Kota Bandung Oded M Danial turut mengapresiasi hal tersebut. Pasalnya lingkungan menjadi bersih dan sampah pun bisa dikelola mulai dari sumbernya.
“Saya apresiasi warga dengan binaan DLHK dan unsur terkait. Tolong lurah dan camat, RW yang lain juga harus diedukasi. Jadi tidak RW di sini aja, yang lain juga bisa diedukasi,” pintanya.
Ia menuturkan, pada kepemimpinannya akan terus memperbaiki urusan sampah. Salah satu indikatornya, masyarakat memiliki budaya kebersihan.
“Pertama karena sesungguhnya indikator masyarkat yang punya budaya yaitu warga yang lingkungannya bersih,” jelas Oded.(Rekky nt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed