oleh

Miris..!!!!! Kondisi Sekolah SD Negeri Tawang Negeri Dan SMP Satu Atap 2 Pubian, Di Diduga Tidak Pernah Ada Perawatan

-Berita-38 views

Lampung Tengah, pi-news.online

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tawang Negeri yang mempunyai anak Didik sebanyak kurang lebih 123 orang, dan SMP Negeri Satu Atap 2 Pubian mempunyai anak didik 65 orang, Kedua Sekolah tersebut di Desa Tawang Negeri Kecamatan Pubian Kabupaten Lampung Tengah yang Kepala Sekolahnya DULLATIF.


Tim Investigasi SKU PI NEWS dan pi-news.online, kontrol Sosial ke sekolah SD Negeri Tawang Negeri dan SMP Negeri Satap 2 Pubian Rabu 06 januari 2021, “bahwa pemandangan di beberapa ruang kelas dan sepanjang teras sekolah SD Negeri Tawang Negeri Terlihat jelas plafonnya jebol di sana – sini, pintu banyak yang tidak ada kunci, dan sepertinya Sama Sekali Tidak pernah ada Perawawatan, Sehingga kerusakan gedung makin parah. Padahal sudah ditetapkan di dalam Permendikbud Tentang Juknis BOS Reguler sejak beberapa tahun yang lalu, 10% (persen) dari alokasi Dana Bos di setiap Sekolah bisa di gunakan untuk memperbaiki kerusakan – kerusakan gedung yang ringan, antara lain, atap yang bocor, pintu/jendela yang rusak, plafon yang jebol, cat dan apa pun yang ada kerusakan di gedung sekolah yang sifatnya ringan atau kerusakan dibawah 40% (persen) bisa menggunakan Dana BoS Reguler.
Apalagi di tahun ajaran 2020/2021, Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) dan Menteri Keuangan (Menkeu) menaikan jumlah Dana Bos Reguler tahun 2020 Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah) persiswa/i untuk semua Jenjang.
Disaat kepala sekolah Dullatif dikonfirmasi terkait dengan keadaan plafon sekolah SD yang rusak, Dullatif mengatakan, kalau plafon yang jebol-jebol itu mas, itu rusak berat mas dan lagi bagaimana bisa untuk memperbaiki kerusakan seperti plafon yang jebol itu, temen2 Wartawan dan LSM di pencairan BOS tahap 3 aja lebih 20 orang yang ketemu di sekolah maupun yang kerumah, dan teman Wartawan atau LSM yang datang pasti di sangonin mas, istri saya saja sampai stres di rumah, karena banyaknya Wartawan/LSM yang kerumah, “pungkasnya.
Salah satu warga yang anaknya sekolah di SD itu mengatakan, saya prihatin melihat sekolahan seperti itu pak, sepertinya tidak pernah ada perbaikan seperti plafon yang bolong-bolong, atap- atap yang bocor, saya takutnya kalau selalu dibiarkan akan ambruk lagi seperti bangunan sekolah yang sebelahnya, padahalkan Dana Bos itu kan bisa di gunakan untuk memperbaiki plafon yang rusak dan atap bocor pak, “ungkap salah warga/wali murid yang di sebutkan namanya.


Dengan melihat kondisi sekolah yang tidak pernah ada perbaikan plafon yang rusak dan atap yang bocor, kepala sekolah Dullatif, Bendahara dan Komite SD Negeri Tawang Negeri diduga menyelewengkan Dana BOS Reguler untuk memperkaya diri pribadi. (Daholi,EPP)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed