oleh

WARGA BANDUNG BARAT MENDERITA AKIBAT PROYEK KCIC !?

Jabar, pi-news.online–Setelah Presiden Jokowi mencanangkan proyek PT. KCIC – Kereta Cepat Indonesia China sepanjang lebih dari 142 kilometer dengan Anggaran lebih dari Rp.80 trilyun banyak mimpi baik didalamnya.

Dan anggaran ini sebagaimana Perpres 107/2015 disebutkan proyek tersebut tidak menggunakan APBN dan tanpa jaminan pemerintah. Namun direvisi kembali melalui  Perpres 3/2016, sehingga KCIC sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN).

Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AKARJOKOWI2013) dan Aliansi Wartawan Non-Mainstream Indonesia (ALWANMI) pun menyambut baik semua itu, Presiden Jokowi, Kemenhub, KemenBUMN dan para Kepala Daerah yang terimbas KCIC pastinya juga bermimpi KCIC ini akan berjalan lancar sebagaimana harapan.

Proyek tersebut digarap PT KCIC ,  perusahaan patungan antara BUMN dengan konsorsium Cina (China Railway International Co. Ltd). Empat BUMN
kemudian membentuk PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), Al:  PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Perkebunan Nusantara VIII.

Dengan saham yang berbeda diantara ke-4 BUMN Itu: WIKA 38%, PTPN VIII dan KAI  25 %,  Jasa Marga 12%. Adapun PT PSBI  60% saham PT KCIC. Sisa 40 % lainnya dipegang konsorsium Cina.Ini juga menjawab tudingan bahwa KCIC didominasi Perusahaan China.

Jalur KCIC dimulai dari Halim (Jakarta) hingga Tegal Luar (Bandung) akan berdiri 4 lokasi stasiun/Transit Oriented Development (TOD) yaitu Halim, Karawang, Walini, dan Tegal Luar. Dengan komposisi pembangunan
52 %  berstruktur jembatan (73,9 km), 36,4 % berada di permukaan tanah (51,9 km), dan sisanya merupakan terowongan sepanjang 16,5 km.

ATENSI WARGA KBB KEPADA KCIC
“Kami, selaku warga Kabupaten Bandung Barat (KBB), AKARJOKOWI 2013 & ALWANMI pastinya akan terus mendukung KCIC dengan segala kekurangannya hingga akhir Proyek  KCIC tahun 2022 mendatang. Namun tentunya dengan beberapa catatan agar KCIC memperhatiakn lebih serius akan dampak kemacetan, banjir, debu, suara guncangan patok bumi, ketersediaan air bersih (PAM), rusaknya infrastruktur jalan –   jembatan desa terkait, penyerapan tenaga kerja lokal, dsb”, demikian Arief P.Suwendi Kornas AKARJOKOWI2013 & ALWANMI melalui seluler (3/7).

JALAN DESA RUSAK & PAM MATI HAMPIR SEMINGGU !?

“Dengan keluar-masuknya kendaraan KCIC melalui jalur utama Desa Cilame Khususnya RW.20 dan sekitar Desa Cilame, pastinya ada resiko. Maka mulailah KCIC membuat ‘satgas sapu bersih’ jalan desa dengan melibatkan karang-taruna bagaimana menyiram atau menyapu kotoran tanah sepanjang keluar masuk kendaraan KCIC yang tekhnisnya bisa dilakukan malam hari, lainnya adalah KCIC  ‘wajib’ memberikan kompensasi rusaknya aliran air PAM sejak Senin (29/6) kepada lebih 500 warga atau pelanggan PAM wilayah Simpatik, Hegarmanah, Mutiara, Cilame Indah,dsb. Karena sejak matinya PAM, banyak warga yang mandiri mengambil air dengan ember – ember di mushola, rumah tetangga, timba sumur,dsb. Hal lain, jalan Desa RW.20 ini sekarang telah menjadi jalur pintas Padalarang – Cimahi – Lembang. Sudah waktunya jalan mulus Desa RW.20 menjadi rusakndan ajang balap anak anak motor, selain bising dan rawan kecelakaan sudah waktunya pula dibuatkan ‘polisi tidur per-250 meter.  Ke-3 hal ini jika tidak dilakukan segera,  secara tidak langsung akan mengurangi Trust masyarakat kepada KCIC “, tambah Arief.

KCIC bukan Proyek mimpi Presiden Jokowi, namun strategis bagi sejarah bangsa dan negara besar ini, kata Arief lagi, maka wajib ‘ditindak-lanjuti’ oleh pihak terkait (4 BUMN) dsb dengan benar dan cepat. Dan ini juga anggap sebagai pilot project disemua wilayah perlintasan KCIC, bukan Hanya di KBB saja. Karena jika Menhub – Budi Karya Sumadi dan MenBUMN – Erick Tohir, apalagi Presiden Jokowi  ‘turun kelapangan’, selesailah kalian semua! (Zay/Neng/Herni/Rahma)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed