oleh

ANALISA DAN EVALUASI 10 HARI PELAKSANAAN OPERASI KETUPAT LODAYA 2020

Jawa Barat, pi-news.online – Kabid Humas Polda Jabar :  Operasi Ketupat Lodaya 2020 berlangsung selama 38 hari, terhitung dimulai dari tanggal 24 April 2020 dan berakhir pada 30 Juni 2020 mendatang.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Drs. S. Erlangga mengatakan bahwa tujuan dari operasi ketupat Lodaya 2020 ini, salah satunya adalah melarang masyarakat  untuk mudik Lebaran 2020 guna mencegah penyebaran Covid-19.

Kabid Humas Polda Jabar menyampaikan, sejak mulai dilaksanakannya Operasi Ketupat Lodaya 2020 tanggal 24 April 2020 sampai dengan 3 Mei 2020 diperoleh data untuk penindakan pelanggaran tilang Ops Ketupat Lodaya 2020 adalah nihil, sedangkan teguran berjumlah 29. 917 pelanggaran.

Sementara untuk data kecelakaan lalu lintas selama 10 hari pelaksanaan Ops Ketupat Lodaya 2020 berjumlah  89 kejadian, dengan korban  meninggal dunia sebanyak  25 orang, luka  berat berjumlah 15 orang dan luka ringan berjumlah 94 orang.

Tindakan Preemtif berjumlah 28.036 yang meliputi penerangan dan penyuluhan 6.267 dan pemasangan spanduk 21.769 sedangkan tindakan Preventif berjumlah 57.630 yang terdiri dari pengaturan berjumlah 30.692, penjagaan 14.012, pengawalan 658 dan patroli 12.268.

Polda Jabar dan jajaran memberlakukan kendaraan bermotor untuk putar balik sebanyak 33.686 kendaraan, yang terbagi menjadi kendaraan roda dua berjumlah 19.810, kendaraan pribadi berjumlah 12.673 serta kendaraan umum 1.203.

Penyekatan batas provinsi terdiri dari 8 (delapan) pos penyekatan yang dilalui oleh 2.867 kendaraan, terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak 1.026, kendaraan pribadi 1.461 dan kendaraan umum 380.

Delelapan Pos Penyekatan antar provionsi terletak di daerah Karawang yaitu Pos KM 47 Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Pos Tanjungpura wilayah Sukabumi Pos Gunung Butak, sedangkan untuk wilayah Cirebon yaitu Pos Susukan/Losari serta Pos GT Palimanan. Wilayah Kuningan yaitu Pos Cibimbin, wilayah Banjar  Pos Cijolang dan wilayah Ciamis adalah Pos Kalipucang.

Khusus untuk Golongan I data dari Cikatama mengalami penurunan ke arah Jawa sebesar 64 % dan penurunan ke arah Jakarta sebesar 55 % (arah Palimanan).
~Shd~

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed