oleh

Persiapan PSBB di Bandung Raya Sudah 100%

Bandung- pi-news.online – Guna menekan mata rantai penyebaran Covid 19 di Jawa Barat,
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi, menggelar rapat gugus tugas percepatan penanggulangan Covid 19 di RA Kosasih, Makodam III/Siliwangi, Jl Aceh, Kota Bandung. Senin (20/04).

Gubernur menyampaikan bahwa korban Covid 19 di Jawa Barat merupakan yang terbanyak setelah DKI Jakarta. Dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diharapkan dapat menekan penyebaran virus tersebut.

Dikatakan Gubernur, bahwa pelaksanaan PSBB untuk wilayah Bandung Raya sudah siap 100%, berlangsung selama 14 hari dan akan dilaksanakan mulai hari rabu pada tanggal 22 April 2020.

“Dalam lima wilayah Bandung Raya ini sudah dipersiapkan titik-titik pengamanan serta persiapan kedisiplinan dan penegakan bagi yang melanggar. Saya sampaikan, anggaran untuk penanganan Covid 19 ini berkisar 7,9 triliun dan sudah disepakati melalui hasil rapat dengan DPRD Jabar,” tutur Gubernur.

“Sekitar dua triliun untuk membeli alat kesehatan dan mendekati angka lima triliun untuk bantuan pangan dan tunai. Jabar penuh inovasi, kekurangan alat ventilator pun akan diproduksi dan akan kami sebar ke rumah sakit rujukan,” papar Emil.

Masih menurut Emil, Pasien positif Covid 19 di Jabar selain dirawat di rumah sakit juga sudah bergeser ke non rumah sakit. Salah satunya BPSDM di Kota Cimahi, kemudian di Cikarang Bekasi dan tempat lainnya.

Di tempat yang sama, Pangdam III/Siliwangi menyampaikan bahwa permasalahan ini harus dipikul bersama-sama sehingga sinergitas bisa terwujud.

“Masalah pengamanan harus ditingkatkan, tetaplah menjaga jarak dan tidak berkerumun di tempat ramai. Jajaran TNI Polri akan sama-sama menjaga Jabar agar aman. Saya juga sampaikan kepada Aster dan Babinsa agar dikerahkan dalam pelaksanaan tugas ini,” terang Pangdam.

“Kita berharap semuanya kondusif, kita harus tetap solid dan kompak dalam menekan mata rantai dari Covid 19 ini,” tandasnya.

Di Jawa Barat telah dilakukan 90.000 rapid test. Kebijakan di Jabar tentang pengecekan masif khusus PSBB dan test Swab akan diintensifkan di zona PSBB di 10 Kota dan Kabupaten.

Terhitung dari 140 sample per hari akan ditingkatkan menjadi 2000 sample per hari. Keberhasilan PSBB ini digunakan test masif bersamaan sehingga menghasilkan peta persebaran yang bisa dikendalikan.

Saat ini terdapat 105 rumah sakit rujukan penanggulangan penyakit infeksi emerging Jawa Barat, diantaranya penambahan di wilayah Bekasi, Depok, Sukabumi, Cianjur, Karawang, Kuningan, Cirebon, Majalengka, Garut dan Pangandaran.

Pelaksanaan PSBB di Bandung raya akan dimulai pada tanggal 22 April Selama 14 hari. Tidak menutup kemungkinan wilayah lain di Jabar pun akan menerapkan PSBB, seperti Karawang dan Sukabumi yang sedang dikaji untuk pelaksanaan PSBB selanjutnya.

(ITN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed