oleh

KADES SEKECAMATAN PEBAYURAN AKAN LAYANGKAN SURAT KEPADA DINSOS KABUPATEN BEKASI

Bekasi, pi-news.online – Ramainya permasalahan dalam pengiriman bantuan sosial dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi menarik perhatian para Kades Sekecamatan Pebayuran.

Adanya pengiriman bahan pangan yang di lakukan oleh pihak suplayer kepada e-warong menjadi sorotan seluruh elemen. Pengiriman bahan pangan yang di dalamnya memiliki kandungan karbohidrat, protein hewani, protein nabati dan vitamin dan mineral. Ini tidak memenuhi syarat 6T (tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga, tepat kwalitas dan tepat administrasi).

Pengiriman yang akan diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sudah jelas melawan aturan yang sudah ditetapkan. Dalam penerimaan bahan pangan tersebut, KPM tidak menerima bahan pangan secara bersamaan. Kandungan karbohidrat dan protein hewani turun lebih awal dari protein nabati dan vitamin dan mineral.

Dalam hal ini para Kades Sekecamatan Pebayuran ambil sikap tegas, mereka (para kades) sudah berkoordinasi dengan Camat Pebayuran akan mengirimkan surat kepada Dinas Sosial Kabupaten Bekasi untuk mempertanyakan tugas dan fungsi dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Pebayuran.

Tuntutan para Kades Sekecamatan Pebayuran dalam isi surat yang akan dikirimkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Bekasi diantaranya, bahwa TKSK tidak tegas dalam penilaian adanya pengiriman barang suplayer berupa bahan pangan yang akan diterima oleh KPM. Ketidak hadiran TKSK juga menjadi pertanyaan besar, dimana tugas dan fungsinya sebagai koordinator yang telah diamanatkan oleh Dinas Sosial.

Kepala Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Abuy Jihad Ubaidillah mengatakan, bahwa kami para kades sudah berkoordinasi dengan Camat Pebayuran mengenai hal ini, ” kami sudah koordinasi dengan Camat, dan kita akan kirimkan surat kepada Dinas Sosial” katanya (16/04) lalu.

“Dalam isi tuntutan kami salah satunya adalah mengenai tugas dan fungsi TKSK Kecamatan Pebayuran. Karena setiap kali beras dan barang pangan lainnya Samapi di e-warong, TKSK tidak pernah kedapatan berada di e-warong untuk melihat kelayakannya” tandas Abuy Jihad Ubaidillah yang juga sebagai Sekretaris APDESI Kabupaten Bekasi.

Masih katanya, kita juga sudah menampung informasi dari beberapa kawan Kepala Desa. Bahwa adanya bahan pangan yang tidak layak konsumsi. Seperti beberapa bulan lalu, pihak suplayer mengirimkan Bahan pangan yang mengandung protein hewani tidak sesuai, karena aroma bau busuk dan di dalam daging ikan tersebut ada ulatnya. Katanya dengan kesal.

Beberapa orang KPM juga merasa dirinya telah dibodohi oleh oknum pengirim, kekesalan tersebut mereka tuangkan dalam bentuk video. Bahwa mereka tidak terima diberikan ikan bandeng yang berbau busuk.

“Saya tidak bisa menerima kalau seperti ini terus, masa kami sebagai penerima mendapatkan sembako yang jelek, sudah berasnya kalau di masak pera (tidak pulen), ikan bandengnya bau, di tambah buahnya kecil-kecil” keluh kesah seorang KPM yang namanya minta dirahasiakan.

Harapan para KPM mendapat bahan pangan yang berkualitas, dan memiliki kandungan yang tepat tandasnya lagi.
~MRA~

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed