oleh

Tgk.Raju-Waketum YKIM. “MENTERI YASSONA JANGAN BAPERAN !”

pi-news.online – Pernyataan Yasonna Laoly selaku Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) yang mengatakan hanya orang yang tumpul rasa kemanusiaannya yang tidak bisa  menerima pembebasan narapidana dari lembaga pemasyarakatan (lapas) dengan kondisi kelebihan kapasitas di tengah pandemi Covid-19. Adalah tanda kepanikannya, Baper, Bawa Perasaan. Selayaknya sebagai pejabat publik beliau tidak mengeluarkan statement seperti Itu. Berbeda jauh dengan Presiden Jokowi, beliau lebih tenang dengan adanya polemik ini. Yassona mungkin tidak tahu bahwa yang mengkritisinya Itu pun adalah Relawan Jokowi”, demikian Tgk.Raju, Waketum YKIM – Yayasan Kerja Indonesia Maju melalui seluler (Selasa,7/4) lalu.

Ditambahkan Tgk.Raju, statemen emosional Yassona telah melukai Relawan Jokowi yang juga Ada yang  tidak setuju terhadap rencana pemerintah  membebaskan para narapidana di tengah pandemi COVID-19.

“Kami juga tidak Permasalahkan bahwa rencana pembebasan Itu akan menghemat  Anggaran negara hingga Rp260 miliar. Kami pasti patuh kepada presiden Jokowi jika demikian, namun statemen itu terasa ‘kurang elok apalagi disaat seperti ini, dimana masyarakat sangat sensitif. Kalau pun memang mau menghemat APBN, khususnya dalam memerangi Covid 19, jauh hari kami sudah mengusulkan agar Lelang Wisma Atlit Hambalang  Rp.3 trilyun, alih fungsikan Dana Desa Rp.72 trilyun Dan Dana Kelurahan Rp.3 trilyun, lakukan penundaan pembayaran THR dan  gaji ke-13 para PNS Rp.40 trilyun, dan sebagainya. Itu kan upaya jika alasannya menghemat Anggaran negara Karena Covid 19”, masih kata Tgk.Raju.

Masih kata Tgk.Raju, masyarakat juga tahu rencana pembebasan itu adalah   anjuran Komisi Tinggi PBB untuk HAM, dan sub-komite PBB Anti Penyiksaan, tapi itu sebatas anjuran, bukan perintah. Lalu jika mayoritas rakyat Indonesia ‘memerintahkan agar Presiden Jokowi menolak anjuran Itu, apa terus mau dipaksakan?

“Kita ini bangsa dan negara besar yang berdaulat atas kehendak rakyatnya, bukan PBB, bagaimana sih pak Menteri ini?”, Kata Tgk.Raju.

Ditambahkan lagi, Menteri Yassona bahkan menganggap
kritik terhadap kebijakan pembebasan narapidana tersebut ada yang tidak berdasarkan fakta.Tanpa data, Hanya berimajinasi,provokasi, dan halusinasi di media sosial. Padahal menurut Yasonna negara-negara di dunia juga telah merespon himbauan PBB tersebut, contohnya Iran membebaskan 95 ribu orang termasuk mengampuni 10 ribu tahanan dan Brazil membebaskan 34 ribu narapidana.

“Menteri Yassona Baperan, Kita tidak mau diperintah PBB, kita Indonesia, bukan Iran dan Brazil. Kita punya Budaya dan daulat yang berbeda, masyarakat belum sembuh atas statement beliau tentang masyarakat Tanjung Priok lalu. Kami Relawan Jokowi hanya tunduk kepada Presiden Jokowi, titik !”, Tutup Tgk.Raju. ‘Mantap ! (PpRief/Zay/RL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed