oleh

Corona Belum Usai, Kini Virus Baru Gegerkan Dunia

China, pi-news.online
Belum usai wabah pandemi corona yang menggegerkan seluruh penjuru dunia, kini muncul pembicaraan warga tentang virus hanta di media sosial. Kehebohan virus ini bermula dari laporan di Global Times yang mengatakan bahwa seorang pria dari provinsi Yunnan, Cina meninggal karena virus hanta saat itu di dalam bus ketika menuju ke provinsi Shandong.

Dilansir dari www.cdc.gov, virus ini menyebar terutama dari hewan tikus. Virus hanta di Amerika dikenal sebagai virus hanta “Dunia Baru” dan dapat menyebabkan hantavirus pulmonary syndrome (HPS).

Gejala awal HPS termasuk kelelahan, demam, dan nyeri otot, terutama pada otot besar yakni, paha, pinggul, punggung, dan terkadang bahu.

Gejala-gejala ini diantaranya muncul sakit kepala, pusing, kedinginan, dan masalah perut, seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut.

Sekitar setengah dari semua pasien HPS mengalami gejala-gejala ini. HPS bisa berakibat fatal dengan tingkat kematian 38 %.

Hanta virus lainnya, yang dikenal sebagai hantavirus “Dunia Lama”, kebanyakan ditemukan di Eropa dan Asia dan dapat menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS).

Gejala awal HFRS dimulai secara tiba-tiba termasuk sakit kepala, sakit punggung dan perut, demam, kedinginan, mual dan pandangan kabur.

Orang yang terkena HFRS juga terkadang memiliki tanda muka memerah, peradangan, kemerahan pada mata atau ruam. Gejala selanjutnya yakni tekanan darah rendah, syok akut, kebocoran pembuluh darah, dan gagal ginjal akut, yang dapat menyebabkan kelebihan cairan.

Tingkat keparahan penyakit bervariasi tergantung pada virus yang menyebabkan infeksi. Infeksi virus Hanta dan Dobrava biasanya menyebabkan gejala yang parah. Pemulihan total bisa memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Dikutip dari www.economictimes.com
Kasus virus hanta datang pada saat jumlah total orang yang terinfeksi oleh virus corona baru secara global sudah mendekati angka 400 ribu dan para ilmuwan belum menemukan obat untuk itu. Korban kematian global telah melampaui angka 16.500

Seorang pakar saraf, Sumaiya Shaikh, dalam cuitannya di akun media sosial Twitter, menulis bahwa virus hanta pertama kali muncul pada tahun 1950 dalam perang Amerika-Korea di Korea (sungai Hantan).

Virus ini menyebar dari tikus jika manusia mencerna cairan tubuh mereka. Penularan manusia-manusia jarang terjadi. Bahkan ada vaksin yang dikembangkan untuk itu. Sumaiya mengimbau masyarakat agar tidak panik, kecuali memang Anda berencana untuk mengkonsumi tikus dan menjadikan tikus sebagai hidangan.

Di Cina, tak jarang tikus sering dikonsumsi dan dijadikan bahan makanan sehari-hari. Hal tersebut sering dijumpai di restauran-restauran, pasar tradisional, maupun pasar modern. bahan makanan yang tak lazim tersebut dapat dengan mudah ditemui dan dijual sebagai bahan makanan di Negara tersebut.

(ITN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed