oleh

Sinergitas Warga Desa Galanggang, Setelah Disulap Sektor 9

Bandung Barat-pi-news.online– Normalisasi sungai Citarum demi terwujudnya visi Citarum Harum terus digencarkan oleh Sektor 9. Kali ini, masyarakat desa setempat dapat dengan mudah menikmati hari libur dengan keceriaan. Sambil menikmati hari libur, warga juga bisa turut ikut senam pagi. Kegiatan berlangsung di Desa Galanggang RW 12, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Ahad (8/3/20).

 

Tempat yang dulunya dipakai sebagai area pembuangan sampah tersebut, kini berubah wujud menjadi tempat yang berfungsi sebagai sarana edukasi bagi warga sekitar.

Selain bisa senam bersama, warga juga bisa berjualan dan membeli jajanan. Berjualan diharapkan bisa menambah taraf hidup dan meningkatkan perekonomian bagi masyarakat sekitar.

Bagi yang senang membaca, hadir pula taman baca yang dipelopori oleh pemuda karang taruna setempat.

Pelda Aris Santoso, mengatakan bahwa dengan hadirnya area untuk membaca bagi anak-anak, diharapkan nantinya anak-anak tidak terpaku kepada gadget.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Otak anak-anak akan terangsang dengan membaca, hal tersebut diharakan dapat merangsang pertumbuhan kreatifitas anak-anak,” tutur Aris.

“Saya juga berterimakasih kepada karang taruna setempat, karena telah hadir taman edukasi bagi masyarakat. Mewakili Dansektor, harapan pimpinan Dansektor 9 adalah untuk kedepannya kita harus bersinergi dan berkolaborasi dengan unsur-unsur serta elemen yang ada di masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Sertu Suganda menyampaikan bahwa diharapkan fasilitas yang ada di bantaran sungai Citarum sektor 9 dapat dinikmati oleh seluruh warga Bandung Barat khususnya, dan warga seluruh Jawa Barat pada umumnya.

Ia menyampaikan bahwa fasilitas yang ada di bantaran sungai Citarum Desa Galanggang terus ditingkatkan kualitasnya hingga kebermanfaatannya dapat dirasakan.

“Kegiatan di sektor 9 Desa Galanggang sudah berjalan selama satu bulan. Senam pagi yang awalnya hanya diikuti 10 orang, kini bertambah jadi 100 orang. Kedepannya, diharapkan bisa semakin meriah lagi,” paparnya.

Di tempat yang sama, Nurul selaku pelopor taman edukasi dari perwakilan pemuda karang taruna yang merangkap Ketua di ormas OI Bandung Lautan Api memaparkan bahwa minat baca anak-anak harus dipacu, miris terjadi pada zaman modern ini, mereka lebih terpaku pada gadget.

“Kami hadir di sini sudah dua minggu, saat ini ada 55 buku yang bisa dibaca. Minat baca masyarakat harus meningkat lagi, fasilitas gratis ini adalah potensi yang bagus untuk menambah minat baca dan berfungsi sebagai sumber informasi bagi warga masyarakat,” paparnya.

Hal yang sama disampaikan Riki, selaku pemuda perwakilan karang taruna RW 12. Dirinya menyampaikan bahwa keadaan saat ini yang dominan ke era digitalisasi memberika efek terlupakannya fungsi buku bacaan yang sebenarnya.

“Saya himbau kepada masyarakat, kalau punya buku yang sudah tidak terpakai, didonasikan saja, jangan dibuang,” tandasnya.

Tanpa terjalinnya sinergitas yang baik, tidak akan terjalin harapan bersama. Harapan agar kebali mengembalikan fungsi sungai Citarum yang sebenarnya.
Sinergitas tersebut terwujud dari kerjasama yang solid antara semua elemen masyarakat yang ada.
~Itn~

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed