oleh

DPRD Kota Bandung Sahkan Perda Sistim Kesehatan, Pemkot Harus Tingkatkan Kualitas Penyelengara Kesehatan

Bandung, pi-news.online – DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kota Bandung Mengesahkan rancangan peraturan daerah ( RAPERDA ) tentang sistim kesehatan Kota Bandung menjadi peraturan daerah ( PERDA ) pada rapat paripurna yang dilaksanakan digedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi Selasa (14/1)


Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Ade Supriadi dan Ahmad Nugraha. Rapat paripurna dihadiri Walikota Bandung Oded Muhammad Daniel, Wakil Wali Kota Yana Mulyana, dan Sekretaris daerah ( SEKDA) Kota Bandung, Ema Sumarna.
Sebelum disahkan menjadi Perda, Raperda tentang sistim Kesehatan Kota Bandung, dibahas oleh panitia khusus ( Pansus) 4 yang diketuai oleh Aries Supriyatna. Menurut Aries Raperda tentang kesehatan daerah ini merupakan RAPERDA pengganti dari perda sistim kesehatan Nomor 10 tahun 2019 tentang Kesehatan Kota Bandung.
Perubahan dilakukan supaya dapat lebih meningkatkan kualitas penyelengara kesehatan Kota Bandung.

Perubahan dilakukan supaya dapat lebih meningkatkan kesehatan di Kota Bandung, selain itu juga terbit perudang-undangan baru dibidang kesehatan sehingga perlu adanya  penyesuaian secara mendasar dan menyeluruh terhadap perda nomor 10 tahun 2009, perda ini mengatur seluruh aspek pembangunan kesehatan, ujar Aries.
Secara umum, ungkap Aries, pembangunan dibidang kesehatan berkaitan dengan upaya kesehatan dibidang promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif untuk mewujudkan derajat kesehatan Masyarakat yang setinggi tingginya. Upaya tersebut harus didukung oleh beberapa komponen lainnya yang merupakan satu kesatuan dalam sistem, kesehatan yaitu manajemen, regulasi dan informasi kesehatan yang baik. Juga didukung oleh sumber daya manusia kesehatan yang profesional, lalu ketersediaan farmasi, alat kesehatan, yang memenuhi persyaratan mutu, keamanan, dan kualitas.” Katanya.
Dukungan lain adalah tersedianya penelitian dan pengembangan dibidang kesehatan berkualitas dan dapat diimplementasikan. Selain itu pemberdayaan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pembangunan serta adanya dukungan pembiayaan dibidang kesehatan secara optimal.

Aries menuturkan, perda tentang kesehatan daerah terdiri dari 13 dan 101 pasal, mengiringi pengesahan perda tersebut, ada beberapa cacatan rekomendasi pansus 4.

Pertama,merekomendasikan agar pemerintah Kota Bandung ( pemkot) Bandung memprioritaskan pembangunan puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama yang dapat menjalankan fungsi promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, secara merata diwilayah Kota Bandung.

Kedua, merekomendasikan Pemkot Bandung, memprioritaskan pembangunan rumah sakit tipe D atau poliklinik utama untuk menanggulangi permasalahan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, khususnya masyarakat tidak mampu pemegang kartu jaminan kesehatan.

Ketiga, merekomendasikan agar Pemkot Bandung memprioritaskan pembangunan poliklinik utama kesehatan jiwa di lokasi ex gedung RSKIA, hal ini berkaitan dengan upaya penangulangan fenomena terjadinya peningkatan Orang Dengan Ganguan Jiwa ( ODGJ) dan penyalahgunaan narkotika, psikotrapica, dan zat adiktif lainnya (Nafza) di Kota Bandung.

Ke empat, merekomendasikan agar komisi D DPRDKota Bandung, sesuai dengan tupoksinya mengawal Pemkot Bandung untuk segera menerbitkan seluruh peraturan Walikota sebagai aturan pelaksana dari perda sistim kesehatan daerah.

Kelima, merekomendasikan agar Pemkot Bandung segera melaksakan rencana pembangunan rumah sakit daerah (RSUD) Ujungberung.
DPRD kota Bandung, kata Aries, berharap dengan ditetapkannya raperda menjadi perda ini, semangat perubahan kearah yang lebih baik terus digelorakan. Tujuannya supaya capaian kinerja pembangunan kesehatan di Kota Bandung, dapat terus meningkat.
Selain itu, sesuai dengan amanat perundang-undangan untuk melaksanakan urusan wajib dibidang kesehatan dapat tercapai demi terwujudnya kesejahteraan Masyarakat Kota Bandung, kata Aries.( Farry nt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed